oleh

Hindari Penyerobotan, Lahan Kavling Wartawan Tangerang Dipasangi Plang

POSKOTA.CO – Ketua Kelompok Kerja Wartawan Harian Tangerang Raya (Pokja WHTR) menancapkan plang papan nama kavling wartawan Kabupaten Tangerang di lahan seluas 5.250 meter persegi, Minggu (14/3/2021).

Lahan itu terletak di Desa Tipar Raya, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang. Sejumlah wartawan, mantan wartawan dan para ahli waris turut hadir dalam penancapan plang papan tersebut.

Imam mengatakan, pemasangan papan nama ini bertujuan untuk mengamankan aset milik wartawan Kabupaten Tangerang.

“Ini dalam rangka pengamanan lahan milik wartawan Kabupaten Tangerang yang sudah ada tercatat dalam SHM (Sertifikat Hak Milik) seperti yang tertera di plang nama,” kata Imam, wartawan Poskota online ini.

Sebelumnya, diatas lahan kavling wartawan Kabupaten Tangerang ini ditanami pohon sengon oleh pihak yang tidak dikenal. Untuk itu, papan nama ini ditancapkan guna menghindari pengakuan hak oleh pihak lain.

“Kayaknya kalau sekarang ini orang masih mikir untuk mencaplok lahan kavling wartawan lantaran memang harganya masih rendah. Namun kalau harganya sudah meroket bisa jadi banyak mata yang melirik. Tapi mudah-mudahan itu tidak terjadi,” sambung Imam.

Sementara itu, Isa Gautama, mantan wartawan Berita Buana menjelaskan, lahan seluas 5.250 meter persegi yang papan namanya ditancapkan Ketua Pokja WHTR, ada sekitar 20 kavling dengan luas masing-masing 200 meter persegi dan sisanya digunakan untuk fasos fasum.

Lahan ini, kata Isa Gautama, diperoleh dari H Bunyamin MBA dengan cara hibah sesuai akte hibah yang ditanda tanganinya bersama Camat/PPAT Uyung Mulyadi pada 24 Juni 2002 silam.

Namun, hanya sebagian penerima hibah yang mengurus pembuatan sertifikat. Bahkan ada akte hibah atas kepemilikan tanah itu hilang.

Lebih jauh Isa Gautama mengungkapkan, H Bunyamin MBA ketika itu merupakan pejabat di Kabupaten Tangerang. Tak lama kemudian ia menjadi Bupati Serang, Banten.

H Bunyamin MBA lalu menghibahkan dua bidang tanah kepada wartawan Kabupaten Tangerang dengan lokasi berbeda, yakni blok Timur luasnya 5.250 M2 (SHM ) dan blok Barat luasnya 6.664 M2 (SHM).

Terpisah, Syafril Elain SH, mantan wartawan Harian Terbit yang kini beralih profesi sebagai advokat mengatakan, penerima hibah harus menguasai fisik dan mengurus Sertifikat. Kalau perlu mengajukan permohonan kepada ATR/ BPN Kabupaten Tangerang untuk melakukan pengukuran ulang masing-masing kavling.

”Tidak ada yang sulit kalau kita bersama sama mengurus surat-surat tanah. Kalau ada akte yang hilang ya buat laporan Polisi atau menghubungi pihak Kecamatan biasanya masih ada salinanya, saya siap membantu teman-teman,” ucapnya. (imam/sir).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *