POSKOTA.CO – Hari pertama Idul Fitri 1442 Hijriyah, Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma mengunjungi Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (13/5/2021) siang.
Kunjungan orang nomor satu dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat ini di lokasi TPU, untuk memastikan para peziarah tidak berkerumunan di lokasi TPU Karet Bivak, Jalan Penjernihan I, Bendungan Hilir (Benhil) hingga, Jalan KH. Mas Mansyur, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Saat berada di lokasi TPU, Dhany Sukma mengenakan baju Koko, celana jens dan sepatu serba coklat dilengkapi dengan peci berwarna hitam dan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker dan memakai kacamata didampingi Sekretaris Kota (Sekko) Iqbal Akbarudin dan Camat Tanah Abang, Yassin Kurniawan Pasaribu.
Kepada POSKOTA.CO, Dhany Sukma menerangkan, kunjungan di TPU ini untuk memastikan para peziarah menghindari kerumunan.
“Saya himbau untuk tidak ziarah mulai tanggal 12 – 16 Mei 2021. Tujuannya untuk menghindari kerumunan sebagai upaya pencegahan Covid-19 sesuai Seruan Gubernur (Sergub) nomor: 5 tahun 2021,” jelasnya.
Mantan Kadis Dukcapil DKI Jakarta ini menegaskan, untuk Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pertamanan Jakarta Pusat karena area ini merupakan domain pengawasannya. “Kasudin Pertamanan Jakarta Pusat harus tetap standby dan pantau sesuai posko pada tiap-tiap pintu masuk untuk tidak berziarah,” tandasnya.

Bersamaan di lokasi TPU, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi DKI Jakarta, Arifin sempat meninjau TPU Karet Bivak sekitar satu jam, Arifin mengecek personil Satpol PP di lokasi posko yang didirikan di TPU.
“Iya, Kasatpol PP Provinsi DKI Jakarta, pak Arifin tadi siang mengecek petugas Satpol PP di TPU,” ucap Kasatpol PP Kecamatan Tanah Abang, Budi Salamun.
Ditambahkannya, ada 4 hingga 6 petugas Satpol PP yang ditugaskan untuk membantu penjagaan di pintu masuk TPU. “TPU Tanah Abang ditutup untuk peziarah, Namun untuk pemakaman tetap di buka,” pungkasnya.
Sementara itu, Dewan Kota (Dekot) Jakarta Pusat, Ardy Purnawan Sani mengatakan, banyak laporan dari masyarakat terkait dengan larangan berziarah di hari lebaran ini. Oleh karenanya tokoh dari Tanah ini meminta agar Pemerintah untuk memberikan kelonggaran kepada peziarah. Yang terpenting dalam berziarah menerapkan protokol kesehatan (prokes) khususnya, bagi warga Jakarta, etnis Betawi, berziaran kubur ke makam orang tua dan kerabat di awal puasa dan Lebaran merupakan tradisi yang sudah melekat sejak ratusan tahun silam. Tradisi ini disebut sudah ada sejak Islam masuk ke Nusantara, termasuk ke wilayah Jakarta.
Saat ziarah, kata Ardy warga biasanya membersihkan makam keluarga yang telah meninggal, juga melakukan doa dan tahlilan serta membaca ayat suci Al-quran. Ziarah kubur juga memberikan manfaat positif bagi yang masih hidup, yaitu bisa menambah keimanan dengan mengingat kematian dan akhirat.
Menurutnya, secara teknis, kebanyakan TPU berada di area terbuka dan biasanya prosesi ziarah kubur dilakukan pada waktu siang hari dan terpapar langsung matahari, jadi relatif lebih baik dari sisi kesehatan, jika memungkinkan Ziarah kubur tetap bisa dilakukan dengan penerapan Protokol Kesehatan seperti di masjid dan saat pelaksanaan sholat ied yang baru saja kita lakukan bersama-sama. “Tradisi ziarah di hari lebaran bagi umat Muslim banyak bermanfaat yang diperoleh yaitu memanjatkan doa. “Ziarah seperti ini sangat disarankan para ulama yang menyatakan hukum ziarah kubur adalah sunah. Hal ini juga sesuai sabda Rasulullah SAW,” tandasnya. (van)







Komentar