Melanda JAKARTA – Berdasar prakiraan BMKG yang disampaikan Gubernur DKI Pramono Anung hari ini adalah puncaknya banjir rob di kawasan pesisir Jakarta. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat ada beberapa kawasan banjir termasuk satu ruas Jalan RE Martadinata, tepatnya di depan Jakarta International Stadium (JIS), Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok hingga pukul 09.00, Jumat (5/12).
“Genangan dengan ketinggian sekitar 35 sentimeter ini disebabkan oleh dorongan air laut pasang yang melimpas ke wilayah daratan,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji di Jakarta, Jumat (5/12). Lokasi tersebut masih dalam penanganan petugas lapangan dan diupayakan agar dapat kembali normal secepatnya sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas.
Isnawa menyampaikan, BPBD DKI Jakarta bersama perangkat daerah lainnya melakukan upaya percepatan penanganan dengan mengerahkan personel. Pompa mobile juga telah disiagakan untuk mempercepat penyedotan genangan.
“Pemeriksaan tali-tali air terus dilakukan agar aliran air menuju drainase dapat berjalan lancar. Dukungan kebutuhan dasar bagi penyintas apabila diperlukan juga disiapkan,” ujarnya.
Berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok, periode pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase Bulan Purnama dan Perigee (Supermoon) pada 1–10 Desember 2025 terus meningkatkan potensi terjadinya rob di kawasan pesisir utara Jakarta. Fenomena astronomis ini menyebabkan air laut naik dan berdampak pada munculnya genangan di sejumlah titik.
Sebagaimana kemarin disampaikan Gubernur Pramono bahwa hari ini adalah puncaknya banjir. Jadi, diharapkan pada esok hari dan seterusnya, banjir yang disebabkan oleh naiknya permukaan air laut dapat berkurang, sehingga rob di kawasan pesisir Jakarta turut berkurang.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tetap waspada selama periode pasang tinggi ini masih berlangsung, khususnya bagi warga yang beraktivitas di sekitar area pesisir Jakarta Utara. Warga dapat segera melaporkan kondisi darurat, genangan, atau potensi bahaya lainnya melalui layanan Jakarta Siaga 112 yang beroperasi 24 jam tanpa dipungut biaya. (jo)







Komentar