POSKOTA.CO–Segala cara, strategi dan tenaga dilakukan Kapolda Metro Jaya Irjen Dr Fadil Imran dan jajarannya untuk membantu pemerintah dalam upaya memerangi virus Corona. Polda Metro Jaya bahu membahu bersama Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta terus bekerja ekstra supaya proses pemutusan mata rantai virus Covid-19 cepat berakhir di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Salah satunya, Irjen Fadil Imran bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrahman menggagas berdirinya Kampung Tanggug Jaya. Sejak Irjen Fadil dilantik menjadi orang nomor satu di Polda Metro Jaya akhir 2020, kini ratusan Kampung Tangguh Jaya berdiri di sejumlah wilayah Ibu Kota.
Tujuan dibentuknya Kampung Tangguh Jaya dalam rangka memperkuat peran serta masyarakat dalam memerangi virus Corona yang telah merenggut puluhan ribu nyawa manusia dan satu juta lebih orang positif terpapar virus yang cukup menakutkan itu di seluruh Indonesia. Sementara provinsi DKI Jakarta menempati posisi teratas, baik korban yang meninggal dunia dan positif Covid-19.
Secara bertahap, sejumlah wilayah RW di Jakarta sudah dibentuk satuan tugas (Satgas) Kampung Tanngguh Jaya. Artinya, pengendalian Covid-19 di tingkat RW sudah bisa dilakukan berbasis gotong royong masyarakat. Strategi ini dipandang cukup representatif dalam rangka menekan angka penularan Covid-19 di Jakarta karena melibatkan langsung seluruh elemin masyarakt yang ada di tingkat bawah atau RW.
Diharapkan penyebaran virus Covid-19 di level RW bisa ditekan semaksimal mungkin karena langsung bisa diantisipasi oleh seluruh masyarakat yang ada di wilayah tersebut.

Harus diakui, keberadaan Kampung Tangguh Jaya di sejumlah RW wilayah hukum Polda Metro Jaya, masyarakat secara sadar telah ikut andil dalam proses pengendalian penyebaran virus Covid-19. Sebab, masyarakat secara sadar ikut melakukan tahapan protokol kesehatan terhadap dirinya, terhadap orang-orang di sekitarnya, terutama terhadap orang luar yang kebetulan hendak masuk ke wilayah tersebut.
Pada setiap setiap pintu gerbang masuk wilayah itu kini sudah ada posko yang dijaga langsung oleh masyarakat. Langkah ini untuk mendeteksi masuknya orang luar ke wilayah mereka. Kalau pun ada orang luar yang hendak berkunjung ke wilayah mereka, warga di sana dengan sigap langsung melakukan sejumlah tahapan protokol kesehatan (prokes) guna memastikan tidak adanya visrus yang dibawa oleh orang itu ke wilayah mereka.
Seperti dikatakan Enjol Santoso ketua RT 005/05 Cipayung, Jakarta Timur, berdirinya Kampung Tangguh Jaya dengan sendirinya masyarakat merasa terpanggil untuk melibatkan diri secara suka rela menjaga wikayah mereka dari serangan virus Covid-19.
Kondisi ini bisa dilihat dari semangat masyarakat dalam menjaga posko secara bergantian untuk memantau lalu lintas masuknya orang luar ke wilayah tempat tinggal mereka. Kegiatan ini jelas sangat efektif karena ada proses sterilisasi yang dilakukan berbasis swadaya.
Langkah ini diharapkan bisa menekan penyebaran virus Corona dalam satu wilayah sangat kecil karena ruang masuk orang luar sangat terbatas. Kalau pun ada orang luar masuk harus melalui proses protokol kesehatan yang ketat. Sekarang semua kita memegang sebuah harapan agar pandemi Covid-19 yang sudah hampir satu tahun melanda Indonesia khususnya Jakarta segera berlalu dan masyarakat bisa kembali hidup normal, beraktivitas seperti semula.
Secara konseptual, Kampung Tangguh Jaya yang digagas Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran yang sukses diterapkan ketika Irjen Fadil menjabat Kapolda Jawa Timur dengan konsep Kampung Tangguh Semeru kini diterapkan di Jakarta sedikitnya ada empat tujuan yang dicanangkannya.
Pertama, Kampung Tangguh Jaya mendisiplinkan warga agar benar-benar mengikuti protocol kesehatan. Sebab, semua kita tahu komunitas warga terbesar ada di wilayah RW. Jika kesadaran sudah dimulai dari masing-masing wilayah RW maka sangatlah mudah untuk membangun kesadaran dalam skala besar. Tidak bisa dipungkiri, Kampung Tangguh Jaya ini memiliki peran sangat penting untuk mengetuk kesadaran masyarakat dari level bawah terkait pentingnya menerapkan protocol kesehatan selama pandemi Corona.
Kedua, Kampung Tangguh Jaya menekan dan menurunkan angka tingkat penyebaran Covid-19 dengan adanya peran serta masyakarat di masing-masing wilayah. Langkah ini sangat mungkin penyebaran virus corona bisa ditekan semaksimal mungkin. Alasannya sangat simpel karena masyarakat sudah sadar dan paham bagaimana cara mengatisipasi penyebaran virus Corona. Warga dengan sendirinya akan melakukan segala hal yang dianggap baik dan efektif guna menekan peyebaran virus Covid-19. Salah satu contoh nyata, warga tanpa disuruh selalu mamakai masker, cuci tangan dengan sabun dan lain semacamnya. Masyarakat juga merasa terpanggil untuk menjaga wilayah masing-masing dari penyebaran virus dengan cara memantau pergerakan orang luar yang kebetulan hendak masuk ke wilayah tempat tinggalnya. Jika ada orang luar mau masuk ke desa mereka langsung disambut dengan standart kesehtan yang ketat.
Ketiga, Kampung Tangguh Jaya bisa menyelesaikan dampak sosial di wilayah masing-masing secara gotong rotong sehingga sedikit banyak bisa mengantisipasi terjadinya dampak sosial, seperti kekurangan pangan, kelaparan dan lain sebagainya. Antisipasi ini diwujudkan dalam bentuk ketahanan pangan di masing-masing wilayah. Langkah ini guna menjaga kemungkinan terburuk dari pandemi Covid-19 tersebut, termasuk di dalamnya dibentuk posko kesehatan. Secara otomatis, kalau ada warga yang kebetulan sakit, maka satgas kampung tangguh langsung bergerak cepat dengan memeriksakan dan membawa orang itu ke petugas kesehatan yang sudah ada di wilayah meteka.
Keempat, Kampung Tangguh Jaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah masing-masing. Diantara kemungkinan yang harus diwaspadai akibat wabah Corona ini adalah ancaman Kamtibmas. Sebab, sangat mungkinkan terjadi kriminalitas akibat pandemi. Karenanya Kampung Tangguh Jaya berperan untuk menjaga dan memastikan kondisi kamtibmas di masing-masing wilayah terjaga dengan baik. Penjagaan desa yang berbasis gotong royong masyarakat jelas sangat efektif, karena sulit sekali orang luar untuk masuk dalam rangka berbuat jahat jika di dalam sebuah wilayah masyarakatnya sudah kompak menjaga keamanan sekitar tempat tinggalnya.
Dalam setiap kesempatan Kapolda Irjen Dr Fadil Imran selalu mengatakan, jajarannya sekuat tenaga dan kemampuan akan terus bekerja tanpa meninggalkan tugas utama menjaga kemtibmas agar wilayah Jakarta bisa segera bebas dari virus Corona.
Berdirinya Kampung Tangguh Jaya di masing-masing wilayab RW merupakan upaya Polda Metro Jaya dan jajaran untuk mejaga stabilitas kehidupan warga Jakarta. Namun tugas utama keberadaan Kampung Tangguh Jaya adalah memutus mata rantai virus Corona yang berbasih partisasi masyarakat.
Selain itu, Kampung Tangguh Jaya juga berperan untuk mengantisipasi dampak sosial akibat pandemic Covid-19. Gerakan ini perlu dukung dengan penuh kesadaran semua pihak, karena hakikatnya Kampung Tangguh Jaya didirikan dalam rangka menjaga keselamatan kita semua. Sebab, virus Covid-19 setiap saat mengancam nyawa manusia.(Omi)







Komentar