JAKARTA – Perancang busana Migi Rihasalay turut menyampaikan rasa bela sungkawa atas musibah tabrakan antara kereta KRL dan KA Argo Bromo Anggrek yang menimbulkan banyak korban tewas maupun luka-luka. Migi yang juga dikenal sebagai sosialita ini dengan tulus mendoakan para korban maupun keluarganya agar dimudahkan dan segala urusannya.
“Rasanya sedih banget mendengar kabar kecelakaan kereta api yang mengakibatkan 15 orang tewas dan sedikitnya 91 lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa terjadi Kamis malam tanggal 27 April di Stasiun Bekasi Timur,” tutur Migi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/4). Secara khusus Migi juga menyampaikan duka cita atas wafatnya Nur Ainia Eka Rahmadhyna yang dikenalnya sebagai karyawan/jurnalis Kompas TV.
“Kepergian Ain (panggilan akrabnya-red) membuat kita semua sedih dan ini menjadi duka bagi seluruh insan media Indonesia,” sambung Migi yang banyak mengenal wartawan di Jakarta. Sejak berkiprah di dunia fashion, seni, dan sosial, Migi dikenal dekat dengan para jurnalis yang sering menjadikan dirinya sebagai narasumber pemberitaan meliputi media online, televisi, maupun media cetak.

“Pada musibah itu, saudara kita banyak yang terluka dan bahkan juga banyak yang kehilangan nyawa. Kejadian itu yang tak pernah terbayangkan di kepala. Mereka yang merasa lelah dan letih setelah seharian bekerja. Mereka berharap bisa cepat pulang untuk bertemu dengan keluarga tercinta. Tapi ternyata mereka mengalami musibah yang tragis,” urai Migi yang mengaku prihatin atas tabrakan yang melibatkan dua kereta modern.
Kejadian berawal dari KRL Commuter Line menabrak mobil taksi yang mogok di jalur rel kereta. Saat KRL jurusan Cikarang terhenti di lintasan kawasan stasiun, mendadak ditabrak KA Argo Bromo sehingga dua gerbong KRL, termasuk gerbong khusus wanita menjadi ringsek berat dan para penumpang tergencet di dalamnya.
Migi menitikkan air mata melihat video viral yang mempertontonkan kejadian
riuh tangis dari keluarga korban yang menunggu kepulangannya tepat sampai di rumah. “Dada semakin sesak ketika tahu banyak wanita yang menjadi korban,” ungkap istri Andrew James, arsitek asal Australia.
Menurutnya, banyak wanita hebat yang kehilangan nyawa dari musibah itu. “Ada seorang ibu hebat yang sudah menyiapkan asi untuk bayinya di rumah. Juga ada seorang istri yang baru saja mendapat garis dua setelah menanti lima tahun perkawinan. Penantian itu pun sirna. Semoga ia akan bisa berjumpa dengan bayinya di surga. Ada gadis yang sebentar lagi menikah, namun takdir berkata lain. Ada juga seorang yang sedang berulang tahun namun tak bisa merayakan bersama keluarga tercinta,” papar Migi.
Atas musibah tersebut, Migi senantiasa mendoakan para korban. “Selamat jalan saudaraku. Surga menantimu. Alfatihah,” pungkas Migi. Ia berharap agar peristiwa semacam ini tidak pernah terjadi lagi. Pemerintah maupun PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar senantiasa berinovasi meningkatkan layanan angkutan umum berbasis rel yang lebih aman dan nyaman. (jo)







Komentar