JAKARTA – TKK 8 PENABUR, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur menggelar Pertemuan Orang Tua Murid (POTM) di awal semester genap guna memberikan pemahaman akan pentingnya pengembangan neurosensory pada anak usia dini, Sabtu (11/01/25). Pemaparan turut disampaikan langsung oleh Kepala TKK 8 PENABUR, Enik Hernawati ,S.Pd.,M.M kepada orang tua yang hadir.
Menurut Enik, sapaan Enik Hernawati ,S.Pd.,M.M, setiap anak merupakan pribadi yang unik dan berbeda. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk peka pada anak sejak usia dini. Mulai dari kemampuannya sudah sejauh mana dan langkah apa yang perlu dilakukan guna menciptakan anak yang cerdas. Karena setiap anak berkembang dengan cara mereka sendiri.
Neuroscience atau ilmu saraf merupakan bidang studi yang menarik dan tengah berkembang pesat. Menjadi sistem pembelajaran baru, mempelajari sistem kerja saraf terkhususnya otak. Pada anak usia dini yaitu 0-4 tahun ternyata memiliki pertumbuhan sel jaringan otak mencapai 50%. Artinya, belum sempurna dan penting untuk dikembangkan dengan tepat.
“Oleh karena itu, penting mengedukasi orang tua tentang bagaimana anak belajar. Pada anak kelas Kelompok Bermain (KB) misalnya yang usianya masih 2 tahun, kita tidak bisa langsung meminta anak memegang pensil dan menulis karena kemampuan sensorik dan motorik belum berkembang sempurna. Apa yang kita harus lakukan adalah melatihnya terlebih dahulu, misalnya belajar menggenggam, menepuk, menjumput. Hal-hal tersebutlah yang kami terapkan di kelas,” beber Enik.
Enik juga menyampaikan tema dan kegiatan pembelajaran selama semester genap kepada orang tua. Untuk Kelompok Bermain (KB) tema yang diangkat ‘Lingkungan Sekitarku’, TKA dan ‘Tuhan Menciptakan Alam Semesta’, serta tema Gebyar P5 ‘Aku Sayang Bumi’. Pada kelas ini, guru mengajarkan kemampuan sensorik dan motorik anak.
“Disini orang tua melihat dan dapat merasakan langsung, seperti memegang sayur pare dan merasakan teksturnya yang bergerigi, merasakan air dan biji yang keluar dari timun yang dipotong kecil-kecil, belajar bermain pasir, cat air, meronce, hingga memakai tali sepatu. Persis seperti apa yang dialami anak ketika belajar di kelas,” ungkapnya.
Guru Mengajar Literasi dan Numerasi
Kemudian, di kelas TKA guru mengajar literasi dan numerasi. Mempelajari konsep, orang tua diajak belajar berbagai hal seperti yang dilakukan anak, misalkan mengelompokkan warna, belajar mengenal angka, dan belajar melihat gambar serta menentukan tulisannya seperti apa pada huruf-huruf terpisah yang sudah disediakan.
Untuk kelas TKB orang tua mendapatkan trik agar siap masuk SD. Misalnya mata pelajaran di SD itu sangat beragam dan kemampuan membaca anak masih berkembang, untuk itu perlu memberi label di setiap mata pelajaran. Contohnya label merah berarti untuk mata Pelajaran Bahasa Indonesia.
Metode pembelajaran neuroscience pada anak usia dini memiliki tujuan menyeimbangkan kerja otak kanan dan kiri, aktif mengekspresikan perasaan, berpikir kritis dalam pembelajaran, berani mengungkapkan pendapat, dan berani berinovasi dalam proses pembelajaran.
“Dengan mengetahui kemampuan masing-masing anak yang berbeda-beda antar pribadi yang satu dengan lainnya. Diharapkan orang tua dapat menjadi rekan kerja guru di sekolah untuk menerapkan pada anak metode pembelajaran yang tepat sesuai usianya, sehingga anak enjoy dan tidak stres,” ungkap Enik.
Metode pembelajaran neuroscience yang diterapkan di TKK 8 PENABUR tentu untuk membentuk generasi cerdas dan BEST. Be Tough, memiliki jati diri, spiritualitas, dan karakter kristiani yang utuh serta tangguh. Excel Worldwide, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, menguasai bahasa internasional dan memiliki jiwa kepemimpinan dengan tujuan positif. Share with Society, bisa menghargai kemajemukan dan memiliki kepedulian sosial. Trust in God, memiliki sikap mengandalkan Tuhan dan menunjukan sikap takut akan Tuhan dalam kehidupan keluarga, sekolah, gereja, dan masyarakat.
Mega, orang tua dari Dazzel, siswi TKA, menilai bahwa program yang sudah dijalankan TKK 8 PENABUR selama semester ganjil lalu, sudah sangat bagus. Ia bahkan turut merasakan perkembangan Dazzel yang semakin hari semakin berani dalam mengeksplor diri. “Sejauh ini program yang sudah dilaksanakan oleh TKK 8 PENABUR sudah sangat bagus. Saya bahkan turut merasakan perkembangan anak saya, Dazzel yang semakin hari semakin berani untuk mengeksplor diri. Sebelum dia sekolah di sini, saya tahu bahwa Dazzel sangat takut untuk berhadapan dengan orang lain,” ungkapnya.
Mega berharap pada program-program selanjutnya di semester genap kali ini, ia bisa melihat Dazzel lebih berkembang, baik dalam hal kreatifitas dan kecerdasan. “Ya saya harap pada program-program selanjutnya yang diterapkan TKK 8 PENABUR, Dazzel bisa menjadi anak yang lebih baik dari sebelumnya. Saya juga senang karena orang tua turut dilibatkan untuk membantu meningkatkan perkembangan anak-anak kami,” tutupnya.
Pertemuan Orang Tua Murid (POTM) di awal semester genap sendiri berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB. (fs)







Komentar