JAKARTA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Dr H Adib optimistis bahwa Gubernur DKI Pramono Anung akan mendapatkan penghargaan Harmony Award 2025 dari Kemenag. Pasalnya Pramono dinilai sangat toleransi dalam memberikan perlindungan dan pelayanan antarumat beragama.
“Semoga Pak Pramono mendapatkan penghargaan Harmony Award yang saat ini sedang berproses di Kemenag,” kata Adib saat memberikan sambutan ketika membuka acara Media Gathering bersama wartawan Ibukota di Hotel Harper, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (15/10). Di bawah kepemimpinan Pramono, kini Jakarta makin banyak bermunculan Kampung Sadar Kerukunan, aktivitas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta makin, serta berbagai kegiatan keagamaan.
Harmony Award adalah penghargaan yang diberikan oleh Kemenag untuk mengapresiasi pemerintah daerah dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang dinilai berhasil menjaga, mengelola, dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di wilayahnya. Penghargaan ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi dan mensinergikan program antara pemda dan FKUB agar kerukunan menjadi modal sosial yang nyata bagi pembangunan bangsa.
Adib juga berharap agar Pemprov DKI bersedia menghibahkan sejumlah lahan untuk kantor urusan agama (KUA). “Di Jakarta ada 44 KUA, sebagian di antaranya belum punya kantor yang layak karena keterbatasan lahan. Untuk itu mohon kesediaan Gubernur dan DPRD untuk menghibahkan lahan supaya kinerja KUA lebih maksimal,” harap Adib pada acara yang dimoderatori M. Reza.
Menurutnya, tugas KUA bulan cuma menikahkan masyarakat, tapi punya banyak tugas lainnya. “Contohnya, melayani menjaga harmoni keagamaan, melayani wakaf, dan lainnya,” kata Adib pada acara yang menghadirkan narasumber Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta KH Makmun Al Ayyubi.
Adapun tentang kegiatan Media Gathering bertajuk ‘Cerita untuk Media, Menebar Manfaat Menguatkan Umat, yang digelar Bagian Humas Kanwil Kemenag DKI dimaksudkan untuk menguatkan sinergitas dengan wartawan. “Peran media sangat membantu bagi Kanwil Kemenag DKI dalam menyebarkan informasi keagamaan. Bukan informasi yang mengadu domba tapi informasi yang bersifat membangun,” ungkap Adib.
Menurutnya di zaman yang serba digital kini tak bisa lagi bekerja sendiri, melainkan harus berkolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat. “Pada kesempatan ini, kami juga memberikan Alapresiasi kepada media yang telah menjadi rekan penyebaran informasi tentang keagamaan terutama soal toleransi,” pungkasnya. (jo)







Komentar