oleh

Banjir Bandang di Gunung Mas Cisarua, 134 KK Ngungsi

POSKOTA.CO – Banjir bandang yang melanda Kampung Rawadulang, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor membuat warga mengungsi. Data sementara sebanyak 134 KK yang mayoritas adalah pemetik teh Gunung Mas telah berhasil dievakuasi di tempat tempat yang lebih aman.

Tiga tim dari BPBD yang terdiri dari tim evakuasi, tim logistik dan tim P3K lengkap dengan ambulance serta Kepolisian dan TNI sudah berada dilokasi.

Tim gabungan bekerja secara cepat untuk memastikan proses evakuasi berhasil dan melakukan pertolongan pertama kepada masyarakat.

Dua unit rumah dan satu warung di Blok C Kampung Dulang, RT 02/02, Perumahan Karyawan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII mengalami rusak sedang dan ambruk atau rusak berat usai diterjang anjir bandang Sungai Cisampai, Selasa (19/1/2021).

Puluhan rumah lainnya terendam lumpur akibat tanah longsor yang turun dari bukit dengan ketinggian 150 meter yang berada di atas perumahan karyawan PTPN VIII tersebut.

“Awalnya bukit berketinggian 150 meter mengalami longsor atau erosi pada pukul 09.15 WIB, lalu karena menutupi mata air hingga tidak terbendung sekitar pukul 09.45 WIB terjadilah banjir bandang hingga merusakkan dua unit rumah dan satu warung lainnya mengalami ambruk hingga rata dengan tanah,” kata Asep Atuy, Ketua RW 02 Blok C Kampung Rawa Dulang kepada wartawan.

Asep menegaskan, bukit diatas Kampung Rawa Dulang mengalami bencana alam tanah longsor, pihak PTPN VIII langsung mengungsikan warga ke Gedung Ir Rachmad Affandi di dekat pabrik teh.

Berdasarkan data, lima kali terjadi limpahan air banjir bandang ke warga Blok C Kampung Rawa Dulang.
“Warga terdampak sudah diungsikan oleh PTPN VIII. Ada lima kali terjadi limpahan air (banjir bandang) hari ini. Tidak ada korban jiwa maupun luka. Hanya rumah, warung dan peralatan rumah tangga yang mengalami kerusakan,”ujarnya.

Dampak bencana ini akibat kawasan puncak di guyur hujan sejak semalam hingga saat ini. Curah hujan yang tinggi selama kurang lebih dari 24 jam, membuat air meluap. “Bukit yang berada di atas perumahan atau Blok C Kampung Rawa Dulang dalam kondisi tidak gundul, bencana alam tanah longsor dan banjir bandang ini karena kawasan Puncak diguyur hujan selama lebih dari 24 jam,” jelas Asep.

Herman (32) warga Blok C Kampung Rawa Dulang bercerita, bahwa seumur hidupnya baru kali ini kampungnya terkena musibah tanah longsor dan banjir bandang.

“Saya lahir dan hidup di sini selama 32 tahun, walaupun Kawasan Puncak sering diguyur hujan baru kali ini Blok C Kampung Rawa Dulang mengalami bencana alam sekaligus yaitu tanah longsor dan banjir bandang. Mudah-mudahan Pemkab Bogor selain melakukan penangganan bencana juga melakukukan mitigasi bencana alam di kampung kami,” ujar Herman. (yopi)

 8 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *