oleh

Anggota Koperasi Unjukrasa di Bogor Tuntut Rp8,6 Triliun Kembali

POSKOTA. CO – Aksi unjukrasa anggota Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSPSB) di sekitar kantor pusat Koperasi Sejahtera Bersama di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, dijaga ketat kepolisian, kemarin. Akses jalan menuju Bogor Baru sempat dialihkan petugas. Hal ini guna menghindari aksi lain yang tidak di inginkan.

Massa yang merupakan anggota koperasi ini menuntut pihak manajemen KSPSB, agar segera mengembalikan uang nasabah yang nilainya mencapai Rp 8,6 triliun.

Dalam orasinya, perwakilan nasabah meminta pihak KSPSB segera melakukan pengembalian uang milik 151 ribu anggota koperasi yang jumlahnya lebih dari Rp 8,6 triliun.

“Menurut putusan PKPU yang menjadi korban itu lebih dari 54 ribu anggota. Tagihan yang harus koperasi bayarkan adalah Rp 8,6 triliun. Jumlah ini merupakan uang dari 54 ribu anggota koperasi,”kata Irwansyah, salah satu anggota KSPSB Cabang Cempaka Putih, Jakarta Pusat di lokasi.

Menurutnya jumlah uang akan bertambah. Hal ini karena belum semua anggota di data. Namun ia mendapat data, jika jumlah seluruh anggota yang terdaftar secara resmi mencapai 151 ribu orang.

“Yang masuk di PKPU itu hanya 54 ribu anggota. Dari 54 ribu anggota itu jatuh tagihannya adalah Rp 8,6 triliun. Kalau 151 ribu anggota, akan besar lagi nilainya,” ujarnya menegaskan.

Menurutnya, uang setiap nasabah yang harus dikembalikan koperasi simpan pinjam itu jumlahnya beragam.

Salah satu nasabah bernama Bob, dari Kantor Cabang Bogor mengaku uang dirinya dan uang milik ayahnya yang disetor sejak 2014 mencapai Rp 13,5 Milyar. Uang tersebut, hingga kini belum dikembalikan pihak koperasi.

“Uang saya, Rp 13,5 M. Sekarang clearing Rp 3,5 M dari utang, kami minta Rp 3,5 M dari Rp 13,5 M. Kami sudah berhenti mengemis, diusir sama bodyguard-bodyguard KSPSB,” kata Bob di lokasi.

Ia menegaskan, ayahnya mulai bergabung ke koperasi sejak 2014 dengan menyetor Rp11,5 miliar. Sedangkan dirinya baru bergabung tahun 2017 dengan menyetor uang Rp 2,5 Miliar.

Memasuki tahun 2020, uang sudah tidak bisa diambil. Sudah tidak ada lagi duit.
Anggota KSPSB melakukan aksi di Jalan Lodaya atau di depan gedung eks Hotel Pangrango 3, sekitar 50 meter dari kantor Koperasi Sejahtera Bersama di Jalan Pajajaran Kota Bogor.

Aksi puluhan nasabah yang datang dari Jabodetabek, Cirebon, Subang, Sukabumi, Banten dan Tegal ini dijaga puluhan anggota Polresta Bogor. Di lokasi, nampak puluhan nasabah membentangkan spanduk dan poster

“Tuntutan kami adalah, kembalikan uang anggota penyimpan, dimana banyak yang sudah sakit, sudah meninggal, dan ini sudah masuk dalam skema homogelasi, tetapi tidak pernah terealisasi, tidak pernah, ingat itu. Segera lakukan investigasi oleh akuntan publik independen yang ditunjuk oleh perwakilan anggota KSPSB, bukan ditunjuk oleh pemerintah,”kata Irwansyah.

Ia juga meminta dilibatkan perwakilan anggota dalam Satgas Kemenkop dan menolak Yudi Wibisana terlibat.

“Lakukan penegak hukum segera. Libatkan PPATK untuk ungkap aliran dana Rp 8,6 triliun,”tegasnya. (yopi/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.