oleh

Makan Pagi, Siang dan Malam dengan Mangga

POSKOTA.CO – Situasi Mozambique pasca perang saudara masih saja terjadi beberapa road block dan penyerangan penyerangan terhadap institusi Pemerintah. Di kota dikuasi kelompok partai Frelimo dan di luar kota dikuasai kelompok partai Renamo. Propaganda saling menyerang dan menyalahkan satu sama lain masih kental.

Masyarakat kota dengan keras mendukung frelimo sebaliknya di luar kota Renamo sangat didukung masyarakat. Penutupan jalan ( road block ) masih terjadi bisa memakan waktu dua tiga hari bahkan sampai satu minggu. Jalan satu satunya ditutup kaum gerilayawan makan tidak dapat melakukan perjalanan ke kota.

Mereka sengaja melakukan aksi road block agar mendapat perhatian pemerintah maupun pihak PBB. Kadang juga menyandera anggota pasukan PBB yg sedang melintas dan meminta tebusan. Pada saat musim mangga maka pasar pasar dan di mana mana banyak penjual mangga di wilayah Goronggosa.

Letnan Satu Chryshnanda bersama warga setempat

Pada saat dari kator pusat propinsi mengumumkan adanya penutupan jalan maka semua anggota pasukan PBB yg di luar kota Beira dihimbau untuk tidak ke kota Beira sampai keadaan dinyatakan aman. Pada saat terjadi penutupan jalan kondisi pasar dan perekonomian melemah.

Pasar di dekat pos kamipun tutup. Yang ada hanya penjual mangga. Untuk dapat bertahan hidup kami terpaksa menyiapan mangga sampai beberapa kotak. Karena penutupan jalan belum juga selesai padahal stock makanan kami sudah habis. Mau beli ke kota kami dilarang ke kota.

Di pasar pasar kampung juga terjadi kelangkaan bahan makanan. Kami mulai makan pagi dengan mangga. Sitiasi juga belum menentu padah hari sudah melebihi tengah hari. Kamipun kembi makan mangga. Tatkala hari menjang petang kami terpaksa melanjutkan makan mangga lagi.

Hal ini sampai 2 hari kami makan pagi siang dan sore dengan mangga. Kami memang dapat bertahan namun kekuatan fisk menurun. Tentu juga berdampak pada buang air besar. Kondisi ini berakhir tatkala ada negosiasi antara pemerintah dengan kaum gerilyawan yg ditengahi PBB ada kesepakatan. Kami pasukan yg ada di post monitor sering harus berani makan seadanya. Manggapun jadi makanan pokok beberapa hari. (cdl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *