oleh

8 Komunitas Dapat Pembinaan Literasi dari Kantor Bahasa Suklawesi Tenggara

POSKOTA.CO-Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara melakukan kegiatan Pembinaan Komunitas Literasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat. Hingga September 2021, setidaknya telah dilakukan pembinaan literasi terhadap 8 komunitas yang ada di tengah masyarakat.

Dalam keterangan terulisnya, Herawati menjelaskan di samping untuk meningkatkan literasi masyarakat, kegiatan tersebut bertujuan  menumbuhkan minat siswa dan masyarakat dalam berliterasi, memasyarakatkan gerakan literasi dengan cara menggerakkan pengetahuan serta menambah pengetahuan dan pengalaman siswa dan masyarakat dalam berliterasi.

“Melalui kegiatan ini kami juga berupaya mendekatkan Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara terhadap komunitas literasi di Sulawesi Tenggara,” katanya, Sabtu (09/10/2021).

Menurut Herawati, pembinaan literasi tersebut telah dilakukan pertama Komunitas Literasi di Pesantren Tahfiz Ummul Qurra’. Dengan narasumber Wa Ode Nur Iman dan Marwan yang memberikan pelatihan menulis puisi. Kedua, pembinaan Komunitas Literasi di Pesantren Darrul Mukhlisin dengan narsumber Zuhilda Nurwulan dan Fitrah yang memberikan pelatihan mendongeng.

Lalu ketiga, pembinaan Komunitas Literasi kepada anggota komunitas Ganda Gong, Pustaka Kabanti, Obat Manjur, dan Fraksi Sastra dengan narasumber Al Galih dan Budur yang memberikan pelatihan bermain drama. Keempat, pembinaan Komunitas Literasi di Komunitas Gerakan Kendari Mengajar dengan narsumber Asniwun Nopa dan Muh. Ripay yang memberikan pelatihan mendongeng.

Kemudian kelima, pembinaan Komunitas Literasi di Komunitas Dasa Wisma Teratai dengan narasumber Masyitah, Goge Kosman, dan Iwan Konawe ynag memberikan pelatihan pengenalan literasi anak. Keenam pembinaan Komunitas Literasi di SDN 9 Kota Kendari dengan  narasumber Achmad Zain dan Amaya Kim yang memberikan pelatihan mendongeng.

Dan ketujuh, adalah pembinaan Komunitas Literasi di MA Asy-Syafiiyah dengan narasumber Zakiya M. Husba dan Arsyad Salam yang memberikan pelatihan menulis cerpen.

“Terakhir, kami melakukan pembinaan terhadap Komunitas Literasi di MAN Insan Cendikia dengan narasumber Iman yang memberikan pelatihan musikalisasi puisi,” lanjutnya.

Kegiatan dilaksanakan dengan memberikan materi dan contoh-contoh. Kemudian di akhir pertemuan peserta diminta untuk mempraktikan dan melakukan apa yang sudah mereka pelajari dengan bimbingan dari para narasumber. “Narasumber yang dipilih menjadi pelatih pun merupakan yang kompeten di bidang masing-masing sesuai dengan materi yang diberikan,” tukasnya.

Inventarisasi Kosakata Bahasa Daerah

Selain melakukan pembinaan literasi, Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara selama tahun 2021 juga telah melakukan kegiatan inventarisasi Kosakata Bahasa Daerah. Tujuannya adalah  menjaga kelestarian bahasa daerah, khususnya bahasa-bahasa lisan, mendukung program pembinaan atau pemasyarakatan bahasa dan sastra daerah kepada khalayak luas, dan mendukung pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah, khususnya bahasa daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kegiatan lain yang dilakukan Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara adalah Pelindungan Sastra: Penelitian Vitalitas dan Konservasi Sastra Lisan Tolaki. Tujuannya adalah mendeskripsikan karakteristik kinoho dan masyarakat yang mendukung kinoho di Kabupaten Konawe Selatan,  mendeskripsikan kondisi vitalitas kinoho di Kabupaten Konawe Selatan, dan agar generasi muda Tolaki dan masyarakat Indonesia tetap mengenal, merasa memiliki, dan dapat memetik manfaat dari keberadaan sastra lisan tersebut.

Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara jelas Herawati merupakan unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang secara fungsional pembinaannya berada di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2016 tentang Rincian Tugas Kantor Bahasa, tugas pokok Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara adalah melaksanakan pembinaan, pengkajian, dan pemasyarakatan bahasa dan sastra Indonesia di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dengan memperhatikan rencana strategis Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tugas dan fungsi kantor bahasa, serta kondisi umum yang ada, Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara menetapkan visi yang akan dicapai, yaitu “Terwujudnya insan berkarakter dan jati diri bangsa melalui bahasa dan sastra Indonesia dan daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara”.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara menetapkan misi mengembangkan dan melindungi bahasa dan sastra Indonesia dan daerah; meningkatkan sikap positif dan apresiasi masyarakat terhadap bahasa dan sastra Indonesia dan daerah; meningkatkan mutu pelayanan informasi kebahasaan dan kesastraan, serta pengendalian penggunaan bahasa di media luar ruang; mengembangkan kerja sama kebahasaaan dan kesastraan di Sulawesi Tenggara; dan meningkatkan tata kelola organisasi dan kelembagaan.

Tahun ini, Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara mengadakan Inventarisasi Kosakata Bahasa Daerah di 3 wilayah dengan 3 bahasa, yaitu bahasa Pulo di Wakatobi, bahasa Tolaki di Konawe, dan bahasa Ciacia di Buton Selatan. Pengambilan data pertama, yaitu bahasa Pulo di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Tim melaksanakan kegiatan dari tanggal 21—30 Januari 2021. Selama pengambilan data terhimpun kurang lebih 1000 kosakata bahasa Pulo.

Kedua, kegiatan inventarisasi bahasa Ciacia di Buton Selatan dilaksanakan pada 2—11 Februari 2021.  Ketiga, inventarisasi kosakata bahasa Tolaki di Konawe dilaksanakan pada 21—28 Februari 2021. Kosakata yang dihimpun adalah kosakata yang dekat dengan masyarakat setempat, seperti kesenian dan kebudayaan, profesi, dan alat-alat yang dipergunakan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam adat. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *