oleh

Tim Dosen STKA Sekolah Vokasi UNS Gelar Pengabdian Masyarakat Berupa Pendampingan Mental bagi Anak Peserta Khitanan Massal

SURAKARTA – Khitan atau sunat seringkali menjadi momok menakutkan bagi anak. Tak jarang anak mengalami kecemasan dan ketakutan menjelang dilaksanakan khitan.

Karena itu, untuk membantu anak menjelang khitan, Tim Dosen Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi (STKA) Sekolah Vokasi UNS yang tergabung dalam Grup Riset Caring mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendampingan kesiapan mental bagi anak yang akan menjalani khitan di desa Trono, Kelurahan Tempursari, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Kegiatan yang digelar pada Ahad (29/6/2025) tersebut dilaksanakan bersamaan dengan acara khitanan massal yang diikuti oleh 41 anak yang berusia antara 7-11 tahun. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Ngawen Klaten, Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Ngawen Klaten, Lazis PC Nahdlatul Ulama Klaten, dan Klinik Pratama Restu Medika Klaten.

Tim diketuai oleh Dr. Erindra Budi Cahyanto, S.Kep, Ns, M.Kes, dan dibantu 10 orang mahasiswa STKA.

Dalam keterangannya, Erinda Budi menjelaskan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan menurunkan kecemasan anak-anak peserta khitanan massal. Tim pengabdian masyarakat memberikan edukasi kepada peserta dan orang tua tentang khitanan dan cara perawatan pasca khitan. “Kami juga memberikan pengetahuan cara mengatasi kecemasan pada anak yang akan dilakukan sirkumsisi dengan cara memberikan permainan edukatif, interaktif, dan pemberian motivasi untuk menguatkan diri agar siap menghadapi tindakan khitanan,” ujarnya.

Secara umum kegiatan khitanan massal berjalan lancar. Anak-anak terlihat lebih tenang. Tim juga melakukan pengukuran skor kecemasan dengan menggunakan kuesioner Self Rating Anxiety (SAS). Hasilnya didapatkan rerata skor kecemasan adalah 6,97. Hasil ini termasuk dalam kategori kecemasan sedang. Namun demikian, terdapat satu anak yang mengalami kecemasan berat, dengan skor pada kuesioner menunjukkan skor 12 (cemas berat).

Tim pengabdian masyarakat bersama panitia, maupun keluarga berusaha melakukan pendampingan kepada anak, namun tidak berhasil sehingga tidak dilakukan khitan dan dinyatakan mengundurkan diri.

Secara keseluruhan, kegiatan khitanan massal berjalan dengan tertib dan lancar. Sebanyak empat puluh (40) anak berhasil dilakukan khitan. Anak-anak peserta khitan dan orang tua menyampaikan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah melaksanakan kegiatan ini. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *