POSKOTA.CO – Homeschooling Persada yang berada di Komplek Tamansari Persada Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, sekarang menjadi Sekolah Merdeka Belajar Persada Sekolah non formal yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Rumah Belajar Tamansari Persada melalui PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Tamansari Persada.
Perubahan nama sekolah ini bertepatan dengan wisuda siswa-siswi tingkat SD, SMP dan SMA pada tanggal 1 Juli 2023.
Agus Basuki Yanuar selaku founder Rumah Belajar Persada mengatakan bahwa penggunaan nama menjadi Sekolah Merdeka Belajar selaras dengan kurikulum merdeka belajar yang dicanangkan pemerintah.
“Perubahan nama ini untuk memperjelas pemahaman masyarakat terhadap Homeschooling berbasis Komunitas, dimana sebagian masih menganggap pembelajarannya dilakukan di rumah saja, dan peserta didik tidak berinteraksi dengan teman-teman sekolahnya,” kata Agus saat jumpa pers di Komplek Tamansari Persada Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, Sabtu (1/7/2023).
Menurutnya, kegiatan belajar mengajar sekolah sejak tahun 2010 telah menerapkan konsep yang mengedepankan pendekatan personal, dimana yang diutamakan adalah pembentukan karakter, budi pekerti, serta penggalian minat dan bakat.
“Hal ini selaras dengan kurikulum Merdeka Belajar yang dicanangkan pemerintah sejak Februari 2022 Pembelajaran di Sekolah Merdeka Belajar Persada, yang menciptakan suasana belajar yang nyaman, gembira dan berkualitas, yang disesuaikan dengan peserta didik untuk mengasah keterampilan dan belajar aneka life skills,” jelas Agus.
Ia menambahkan, semua ini dilakukan secara interaktif dengan jumlah siswa 10-12 per kelas. Sekolah Merdeka Belajar Persada bersifat inklusi, dimana anak biasa dan difabel (different ability/berkemampuan khusus) belajar secara bersama-sama, sehingga tumbuh rasa empati pada sesama dan rasa percaya diri.
Ia juga meyakini bahwa sebagaimana yang disampaikan seorang bijak, kita harus mendidik anak itu sesuai dengan zamannya.
“Karena mereka hidup di zaman mereka, bukan di zaman kita,” ucap Agus.
“Maka salah satu tagline atau motto sekolah kita adalah I Can Do It,” tambahnya.
Menurut Agus, kata I Can Do It yang kemudian ditularkan ke anak-anak, artinya bahwa semua masalah ada solusinya dan mereka sanggup menjalankan itu.
Sementara itu, ditempat yang sama Ibu Revita Tantri yang juga founder Rumah Belajar Persada mengatakan Bahwa PKBM Tamansari Persada yang kini menjalankan Sekolah Merdeka Belajar Persada telah terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional – Pendidikan Anak Usia Dini (BAN-PAUD) dan Pendidikan Non Formal Jawa Barat, merupakan Lembaga yang menyelenggarakan program paket kesetaraan A,B,dan C.
“Sekolah Merdeka Belajar Persada dijalankan oleh guru-guru yang menerapkan fun learning berbasis project, dimana mendapatkan pelatihan secara berkala, kegiatan belajar dilakukan di dalam dan di luar kelas seperti berkebun organik, jelajah alam di hutan mini, permainan tradisional, pasar rakyat dan kegiatan-kegiatan seru lainnya,” ujar Tantri.
Tantri menjelaskan bahwa semua kegiatan di Sekolah Merdeka Belajar Persada bersinergi dengan unit-unit lain yang berada dibawah Yayasan Pendidikan Rumah Belajar Tamansari Persada seperti: KB-TK Persada, Persada Music (lembaga kursus vocal dan musik) dan Credo Art Space (lembaga kursus Lukis dan galeri Lukis).
“Keberadaan kami diharapkan dapat berkontribusi untuk membentuk SDM yang berkualitas dan bisa beradaptasi dalam menghadapi tantangan global dimasa yang akan datang. Kami sangat mengedepankan pendidikan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila, menyelaraskan sistem pendidikan dengan tuntutan abad masa depan dan mendukung penuh program pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia secara bersama-sama, ” pungkasnya. (din)







Komentar