POSKOTA.CO – Upaya membantu dan mempercepat pembangunan di pedesaan serta menanggani berbagai masalah yang sering dihadapi kepala desa (Kades) Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Bandung atau LPPM ITB meluncurkan aplikasi Desanesha yang memiliki basis data para dosen dan kepakarannya berdasarkan kegiatan selama belasan atau puluhan tahun.
” Aplikasi Desanesha itu dirancang untuk menampung masalah kepala desa di Indonesia berkaitan dengan rencana pembangunan dan kondisi di wilayahnya untuk kemudian ditanggapi dan dibantu para dosen ITB sesuai keahliannya dan diharapkan dimanfaatkan sebaik baiknyanoleh seluruh Kades di Indpnesia,” kata Sekretaris Bidang Pengabdian Masyarakat LPPM ITB, Deny Willy Junaidy, Rabu (17/11).
Ada empat fitur pada aplikasi yang berukuran 10 MB itu, yaitu basis data penelusuran kepakaran dosen atau pakar ITB, jelajah penelusuran sebaran kegiatan pengabdian masyarakat ITB se-Indonesia, basis data kebutuhan sains dan teknologi untuk perdesaan yang dikirimkan oleh kepala desa se-Indonesia, serta forum diskusi antara dosen dan kepala desa terkait permasalahan desa yang dilengkapi oleh informasi foto dan video.
Menurut dia, dari informasi yang disampaikan Kades seperti butuh ahli bambu dengan mengklik aplikasi tersebut secara otomatis dari kata bambu itu dosen langsung ternotifikasi by sistem. Namun secara klausul tidak ada yang mewajibkan dosen ITB untuk menanggapi laporan Kades tersebut.
Jika dalam kurun waktu 1×24 jam nihil respons, sistem aplikasi secara otomatis akan menanggapi sekaligus mengingatkan ulang dosennya. Jumlah dosen aktif ITB sebanyak 1.350 orang sementara kepala desa aktif di Indonesia mencapai 74.953 orang, katanya yang menambahkan jadi Kades yang ingin mendapatkan bantuan berbagai program atau rencana kegiatan membangun desanya dapat dengan cepat meminta bantuan, saran dan lainnya di aplikasi Desanesha.
Terkait masalah aplikasi itu, imbuh dia, LPPM ITB telah menyosialisasikan Desanesha yang telah tersedia di Google Play maupun App Store ke kalangan internal atau dosen ITB sepekan lalu. Selain itu, lembaga itu mempromosikannya secara berbayar di media sosial untuk menginformasikan ke para kepala desa.
Tentunya untuk dapat dkmanfaatkan dan bermanfaat atas kehadiran aplikasi ini tentunya ITB perlu bersinergi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Kementerian Dalam Negeri untuk mendukung dan menyosialisasikan aplikasi Desanesha ke seluruh kepala desa di Indonesia. (anton)








Komentar