oleh

Sidang Vonis Pelarangan Reklamasi Pantai Jakut Diwarnai Aksi Demo

POSKOTA.CO – Sidang putusan perkara pelarangan pelaksanaan reklamasi pantai atas terdakwa Muhammad Alwi diwarnai dengan aksi demo di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (24/22/2020).

Puluhan pendemo yang sebagian nelayan ini meneriaki yel-yel yang intinya minta keadilan untuk terdakwa yang menjabat sebagai Koordinator Nelayan Dadap Tangerang ketika Majelis Hakim diketuai Dodong dengan anggota Sarwono dan Ponto Riyanto membacakan vonis. Sementara aksi demo ini dijaga ketat petugas.

Dalam putusannya, majelis hakim memvonis terdakwa selama lima bulan penjara karena dinyatakan terbukti bersalah melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan memasuki lahan tanpa hak dan ijin dari pemilik lahan sehingga merugikan PT. Huku Mandiri, selaku pelapor.

“Terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan memasuki tanpa hak dan ijin dari pemilik lahan orang,” ucap ketua majelis hakim sambil menyebutkan terdakwa   melanggar Pasal 335 dan Pasal 551 KUHP.

Majelis menyebutkan terdakwa yang sebelumnya dituntut 10 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Theodora Marpaung, sebagai jaksa pengganti  R. Sinaga dari Kejaksaan Tinggi DKI ini telah memasuki dan melakukan aksi demo untuk melarang pelaksanaan reklamasi pantai Utara Jakarta dengan menyetop para pekerja proyek yang dilakukan sekitar tahun  2017.

Sebagai hal yang memberatkan majelis mencatat kalau perbuatan terdakwa telah merugikan korban yakni pihak perusahaan atau pekerja proyek reklamasi pantai utara Jakarta. Sedang hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum. Sementara atas putusan ini kuasa hukum terdakwa, Pius Situmorang,SH, menyatakan banding.

Selain terdakwa, dalam perkara ini ada satu lagi terdakwa lainnya yang juga dituduh melakukan hal yang sama yakni Ade Supanda. Namun hingga kini ia tidak dapat dihadirkan ke pengadilan karena dinyatakan DPO. Majelis tetap memutus perkara ini meski Ade jadi satu berkas dengan terdakwa M. Alwi. (Ferry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *