oleh

Propam Polres Bogor Selidiki Kasus Dugaan Polisi Tabrak Dua Pengendara Motor hingga Tewas

BOGOR – Propam Polres Bogor masih melakukan penyelidikan kasus dugaan oknum polisi menabrak dua orang pengendara motor hingga tewas di Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro kepada wartawan di Cibinong, Jumat (3/5/2024) mengatakan, dirinya sudah meminta Propam untuk memeriksa semua anggota Lantas yang terkait dengan laka lantas tersebut.

Pemeriksaan Propam menurut Rio dilakukan,  karena adanya narasi bahwa Unit Laka Lantas tidak menerima laporan pihak keluarga korban soal kecelakaan tersebut.

Rio juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas peristiwa kecelakaan maut yang menewaskan Divamaulana Aksanu Akbar (18) dan Siti Mardiana alias Diana.

“Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga korban yang telah meninggal dunia semoga diberikan kesabaran dan keikhlasan, yakinkan pada kami bahwa kami akan mengusut tuntas kasus ini,” ujarnya.

Kapolres menegaskan, oknum polisi yang diduga menabrak kedua korban sudah menjalani pemeriksaan. Kasus ini, akan di ungkap secara jelas mulai dari kronologi kecelakaan, pemeriksaan terduga pelaku dan saksi-saksi yang melihat kejadian.

“Anggota sudah kami periksa kemarin bersama dengan pimpinan beliau. Kebetulan ada salah satu satuan di sini dari anggota Polri juga. Nanti saya akan saya gambarkan secara komprehensif lengkap,” ungkapnya.

AKBP Rio menjelaskan, kecelakaan itu terjadi pada 10 November 2023 di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor. Saat itu, menurut Rio, terjadi kesepakatan damai antara pihak terduga pelaku dengan keluarga Siti alias Diana.

“Tanggal 10 November 2023 terjadi kecelakaan, tanggal 11 November itu ada surat pernyataan pertanggungjawaban pelaku terhadap korban. Lalu ada kesepakatan damai dengan pihak Diana. Ada keluarga Diva, namun belum ada kesepakatan damai. Baru pertanggungjawaban,” ujarnya.

Pihak keluarga Divamaulana menurut Rio, kemudian membuat laporan ke Satlantas Polres Bogor pada tanggal 13/11/2023.

Namun Rio membantah jika laporan tersebut ditolak, seperti yang di narasikan, melainkan dibuatkan SKKL (surat keterangan kecelakaan lalu lintas).

“Tanggal 13/11 benar dibuatlah surat keterangan kecelakaan lalu lintas (SKKL) yang dilakukan oleh anggota kami. Jadi disampaikan bahwa tidak ada penanganan dari polisi itu tidak benar, kami melaksanakan dan mengeluarkan produk namanya SKKL,” ungkapnya.

Atas kejadian ini, Satlantas Polres Bogor lalu melaksanakan olah TKP. Pihak korban dihadirkan dalam olah TKP ini.

Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Rizky Guntama kepada wartawan mengatakan,  Satlantas Polres Bogor telah melakukan olah TKP.

Ada sekitar 12 adegan yang diproses dalam reka ulang kejadian. Pada reka ulang ini, AKP Rizky mengaku, menghadirkan keluarga kedua korban sebagai bentuk transparansi. Selain itu, pihak terduga pelaku dan saksi ikut dihadirkan.

“Untuk yang dihadirkan hari ini keluarga korban, untuk melihat suasana, jadi ini transparan. Dari pihak korban, dari pihak terduga penabrak dihadirkan di sini berikut saksi-saksi,” katanya sambil menambahkan, dari olah TKP, pihaknya telah mendapatkan gambaran mengenai kejadian kecelakaan yang menewaskan dua orang ini. (yopi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *