oleh

Polisi Tunggu Hasil Autopsi Lima Mayat ABK Dalam Freezer Kapal Ikan

POSKOTA.CO – Polisi terus mendalami penyebab kematian lima Anak Buah Kapal (ABK) KM Starindo Jaya Maju IV yang disimpan di dalam freezer kapal ikan itu. Pengakuan awal nakhoda kapal kepada polisi, para korban meregang nyawa usai menenggak minuman keras oplosan di tengah laut.

Meski begitu, polisi tidak langsung percaya dengan pengakuan itu. Polisi masih menunggu hasil autopsi pihak RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur guna mengetahui penyebab pasti kematian lima ABK tersebut.

“Mereka pesta miras oplosan di kapal, lima orang itu meninggal dunia,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Jumat (18/9/2020).

Diakui Kombes Yusri, hasil pemeriksaan awal terhadap nakhoda menyebutkan bahwa kelima korban tewas setelah meminum miras oplosan pada Kamis (3/9/2020). Kapal itu sendiri diamankan ketika dalam perjalanan pulang ke Jakarta usai berlayar selama dua bulan.

“Inisiatif dari nakhodanya untuk disimpan di freezer karena masih ada jarak dua minggu untuk sampai daratan,” ujar Yusri.

Sebelumnya Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Morry Ermond mengatakan, awalnya para ABK dan nakhoda merahasiakan soal keberadaan kelima ABK yang telah menjadi mayat itu.

Kasus ini terungkap ketika polisi melakukan patroli di Pulau Pari, Kepulauan Seribu dalam rangka Operasi Yustisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Polisi mengecek jumlah ABK tidak sesuai dengan manifest. “Setelah dicek manifest, barulah dia ngakui bahwa ada lima kawannya meninggal akibat minum miras oplosan. Setelah diketahui meninggal, ditanya mana posisinya, ternyata disimpan di freezer,” ungkap Morry.

Kelima korban itu, Muhammad Zulkarnain, Putra Enggal Pradana, Khairul Muttaqin, Miftahul Huda dan Muhammad Sonhaji. Polisi mengamankan dan merapatkan kapal ke Pantai Marina dan para ABK serta nakhodanya dimintai keterangan. (omi/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *