oleh

Oknum Kades di Tangerang Terlibat Pemalsuan 16 AJB Tanah Divonis 2,5 Tahun Penjara

POSKOTA.CO – Oknum Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Tangerang, M. Paiz (50) yang terlibat pemalsuan 16 Akte Jual Beli (AJB) tanah senilai miliaran rupiah, akhirnya divonis 2 tahun 6 bulan penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Dalam sidang secara virtual, Majelis Hakim diketuai Dodong, SH, menyatakan perbuatan terdakwa yang menjabat sebagai Kades Lengkong Kulon Kabupaten Tangerang ini dilakukan bersama-sama Suwarno, Wahdi dan Welly Weking (masing-masing dihukum satu tahun enam bulan penjara oleh Majelis Hakim dikatuai Erli Setioningsih, SH, dalam sidang terpisah).

“Mengadili, menyatakan terdakwa M. Paiz bersama Suwarno, Wahdi dan Welly Weking terbukti bersalah telah melakukan perbuatan tindak pidana pemalsuan sebagaimana yang diatur dalam pasal 263 ayat (1) KUHP junto pasal 55 ayat (1) ke satu KUHP secara berlanjut,” ucap ketua majelis, Kamis (22/10/2020) sambil mencatat sebagai hal yang meringankan terdakwa telah  mengembalikan tanah seluas 3700 M² berikut bangunan senilai sekitar Rp 4 miliar lebih kepada pelapor Bambang Hani.

Sebagaimana dakwaan jaksa, majelis menyebutkan perbuatan para terdakwa ini dilakukan sekitar tahun 2016 di satu tempat di jalan Raya Serpong. Awalnya M. Paiz mengirim data dan dokumen tanah yang akan dibuat dalam 16  lembar AJB melalui Whatsapp kepada M Ramli Waking dan oleh Ramli diserahkan kepada Suwarno.

“Pembuatan AJB palsu ini dilakukan dengan cara Suwarno memasukan data calon si pembelinya bernama Padma Vishindas Hari Ramani dan Julie Vishindas bersamaan juga dengan luas tanah yang dibeli, lokasi dan harganya,” tambah jaksa. Setelah jadi beberapa hari kemudian Ramli minta biaya Rp 4 juta kepada Paiz sebagai dana operasional. Dan Suwarno kecipratan Rp 2 juta setelah AJB itu dicetak.

Lantaran AJB itu belum diregister, Paiz mengisi blangko kosong lalu membubuhkan tanda tangan Camat Pagedangan Supriyadinata dan kemudian diserahkan kepada Bambang Sani selaku pembeli.

“Belakangan terungkap AJB itu palsu. Apalagi hal ini diperkuat dengan keterangan Supriyadinata  yang saat ini betutugas di Kecamatan Teluk Naga sebab akte itu tidak tercatat di kantor kecamatan,” ucap majelis.

Bambang Sani lalu melapor ke Polres Jakarta Utara karena tanah senilai Rp 5,690 miliar itu AJB nya sudah dipalsukan dan beralih kepada orang lain.

Sebelumnya Jaksa Melda, SH dan Dony, SH, menuntut M. Paiz empat tahun penjara, sedang tiga terdakwa lainnya dituntut masing-masing tiga tahun penjara. Ketiganya yang dalam sidang didampingi kuasa hukumnya Troy, SH, dan  Eli Nursamsiah, SH, Mkn ini juga minta agar kliennya dibebaskan dari segala tuntutan hukum. (Fery/BW)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *