oleh

Korban Cacat Tangan akibat Aksi Tawuran Bersaksi di PN Jakut

POSKOTA.CO – Korban cacat tangannya akibat aksi tawuran dua kelompok remaja di Cilincing jadi saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Angga Pabean Simbolon,16, mengaku kehilangan dua jarinya akibat ditebas kelompok lawannya.

“Ya, sekarang saya cacat karena dua jari tangan saya putus dibacok oleh terdakwa saat terjadi aksi tawuran di Cilincing, Pak,” ucapnya di hadapan Majelis Hakim diketuai Teares Sirait, SH, MH, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (12/10/20) sambil menceritakan kronologis peristiwa tawuran antar dua kelompok remaja tersebut.

Dalam kasus ini Jaksa Zaenal menghadapkan beberapa terdakwa diantaranya Septio Sapu alias Setyo alias Rio dkk yang diadili secara terpisah dengan terdakwa lainnya. Para terdakwa dituduh membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan kekerasan terhadap Angga hingga mengalami cacat berat.

“Perbuatan ini dilakukan pada Minggu, tanggal 8 September 2019 sekitar Jam 02.30 WIB di Jalan Samping Jembatan Rusun Cilincing, Jakarta Utara,” ucap jaksa. Aksi tawuran ini, tambah jaksa, berawal sekitar pukul 00.15 Wib ketika terdakwa Septio pergi bersama Sobirin untuk menemui teman-temannya yang tengah nongkrong di Simpang Tiga, Kalibaru.

Menurut jaksa dengan melalui media sosial Instagram, salah satu teman terdakwa yang menamakan kelompok ‘Simpang Tiga Kalibaru’ ini mengajak berkelahi dengan kelompok korban yakni kelompok ‘Marunda’. Jelas saja, entah apa masalahnya, kelompok korban itu menyanggupi tantangan tersebut.

“Tantangan perkelahian antar kelompok ini akhirnya terjadi dengan saling kejar mengejar pakai sepeda motor dan membawa sejata tajam. Pada saat itulah korban yang tertinggal ketika dikejar lawannya terjatuh lalu dianiaya oleh lawan kelompoknya hingga kehilangan jarinya,” pungkas jaksa. (Fery/BW)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *