oleh

Hendak Hadiri Pemakaman Kerabat, Santri di Pandeglang Diperas Komplotan Penjahat Bermodus Debt Collector di Tangerang

TANGERANG – Seorang santri berinisial JK (27) diduga menjadi korban pemerasan oleh sekelompok pria yang mengaku sebagai debt collector di Kabupaten Tangerang, Banten. Saat itu, JK sedang dalam perjalanan menghadiri pemakaman kerabatnya.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Serang KM 13,5, tepatnya di depan SPBU Bojong, Desa Talaga, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Jumat (13/8/2026). JK yang merupakan santri di salah satu pesantren di Pandeglang, awalnya mendapat kabar bahwa kerabatnya meninggal dunia di kawasan Citra Raya. Ia kemudian bergegas menuju rumah duka untuk mengikuti prosesi pemakaman.

Namun, di tengah perjalanan, kendaraan JK tiba-tiba dihentikan enam pria yang menggunakan tiga sepeda motor berboncengan. Para pria tersebut menuduh sepeda motor yang dikendarai JK merupakan hasil curian. Korban kemudian dibawa bersama sepeda motornya ke sebuah kantor yang disebut bernama PT APL Bima Mandiri.

“Korban sudah menjelaskan bahwa motor itu miliknya dan sudah lunas. Bahkan BPKB juga sudah ditunjukkan kepada mereka,” kata Gobang, rekan korban kepada wartawan, Rabu (19/8/2026).

Menurut Gobang, para pria tersebut tetap meminta uang Rp 2,5 juta kepada JK agar sepeda motornya dapat dibebaskan. JK disebut telah menjelaskan bahwa dirinya sedang terburu-buru karena hendak menghadiri pemakaman kerabatnya. Namun, permintaan tersebut tidak digubris.

“Korban sudah bilang kalau dia sedang mau menghadiri pemakaman saudaranya. Dia juga sudah memohon supaya dilepaskan karena jenazah sudah menunggu untuk dimakamkan,” ujar Gobang.

Karena tidak memiliki uang Rp 2,5 juta, JK kemudian menghubungi rekan-rekannya sesama santri untuk meminta bantuan. Dari bantuan tersebut, terkumpul uang Rp 500 ribu. Uang tersebut kemudian ditransfer ke rekening salah seorang pria yang diduga sebagai pelaku sebanyak dua kali. Transfer pertama sebesar Rp 200 ribu dan transfer kedua Rp 300 ribu.

Setelah uang diterima, para pria tersebut pergi dan membiarkan JK melanjutkan perjalanan. Akibat kejadian tersebut, JK terlambat tiba di rumah duka. Keluarga yang menunggu kedatangannya sempat cemas sebelum korban akhirnya tiba dalam kondisi trauma.

“Yang membuat kami prihatin, korban sedang dalam perjalanan untuk mengurus pemakaman keluarganya, tetapi malah mengalami kejadian seperti ini,” tutur Gobang. Pihak keluarga dan rekan JK kemudian melaporkan dugaan pemerasan tersebut ke Polresta Tangerang dengan nomor: TBL/B/862/VIII/2026/SPKT.SAT RESKRIM/POLRESTA TANGERANG/POLDA BANTEN. Mereka berharap polisi segera mengidentifikasi dan menangkap para pelaku. (imam/jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *