oleh

Keterangan Saksi Ahli dalam Sidang Penggelapan Mobil Mewah Banyak Meringankan Terdakwa Yanti

POSKOTA.CO – Keterangan saksi ahli dalam sidang lanjutan kasus penggelapan mobil mewah di Pengadilan Negeri Jakarta Utara banyak meringankan terdakwa Yanti.

Di hadapan Majelis Hakim diketuai Togi Pardede, SH, MH, dengan anggota Gede Sunarja, SH, MH, dan Aloysius Prihartono Bayuaji, SH, saksi ahli Dr Fitra Deni, SH, menyebutkan jika mengacu pada  Undang – Undang Fiducia, kepemilikan mobil secara formal sah oleh pihak pembeli meski secara kredit.

Namun, katanya, perlu dipertimbangkan jika saat pembelian ada surat perjanjian dan pembicaraan lisan bahwa pembayaran tidak dilakukan satu pihak saja.

“Silakan saja jika ada surat pembuktian melalui perjanjian, kalau mobil itu bukan dibeli oleh satu orang saja. Atau, misalnya melalui bukti transfer bahwa saat pembayaran, bukan hanya satu pihak yang mengklaim mobil miliknya,” ucap, Senin (20/3/2023).

Ditambahkan saksi bahwa di setiap pembelian barang (mobil), dipastikan memiliki perjanjian. Baik antara kreditur dan debitur. Di situ akan ada catatan tertulis, apakah cuma satu pihak saja? Karena, jelas saksi ahli, hal itu terkait dengan kewajiban pelunasan. “Meski diakui hanya dilunasi satu pihak, tapi jika ada bukti pihak lain ikut membayar, berarti kepemilikan mobil bisa digugat secara perdata,” ucapnya.

Selalu Berdua

Sementara saksi lainnya Dede Suryana yang salesman pembelian/pengiriman mobil, mengungkapkan bahwa pembelian tersebut atas nama Rudy. Namun begitu, saat proses administratif pembelian mobil secara kredit dan termasuk pengiriman barang, dijelaskan kalau Rudy selalu bersama Yanti.

“Benar memang kalau Rudy dan Yanti, selalu berdua saat proses pembelian dan menerima pengiriman mobil Mini Cooper. Termasuk banyak saksi-saksi lainnya yang ikut menyaksikan saat penerimaan mobil, karena dilakukan di depan kantor Panin Dai-ichi Life, dimana Rudy dan Yanti bekerja. Malah, penerimaan mobil dilakukan dengan maksud bikin surprise,” tuturnya

Dalam sidang kuasa hukum Yanti, b Usman A. Lawara, SH, MH, dan Galih Rakasiwi, SH, MH, sempat menunjukkan bukti – bukti transfer yang dilakukan kliennya, Yanti. Pembayaran itu dari rekening kedua saksi meringankan sebelumnya, Yunita (adik) dan Yudianto (kakak) dari terdakwa Yanti.

Pada bagian akhir sebelum menutup persidangan, Majelis Hakim PN Jakut memberikan kesempatan kepada terdakwa Yanti menyampaikan keberatan atas tuduhan dirinya melakukan penggelapan mobil yang didakwakan.

Mohon Keadilan

Lagi-lagi, terdakwa Yanti tak bisa menahan tangisnya, karena dituduh menggelapkan mobil yang sejatinya dibeli secara bersama-sama dengan Rudy, pria yang hidup bersama selama delapan tahun (2013 – 2021).

“Saya di sini memohon keadilan, Pak Hakim. Sebab, bukan hanya soal pembelian mobil Mini Cooper saja. Saat membeli beberapa mobil seperti Mercy, rumah dan apartemen serta Mini Cooper, ada atau memakai uang saya. Bahkan, uang saya itu hasil dari kerja saya di Panin Dai-ichi Life. Selain hasil dari perusahaan bersama saya dengan Rudy dari PT Bersama Menggapai Impian (BMI),” ungkap terdakwa Yanti, panjang lebar.

Majelis Hakim PN Jakut menutup persidangan yang memakan waktu hampir dua jam lebih lamanya. Sidang dimulai 16.30 WIB dan berakhir 18.45 WIB.

Selanjutnya ketua menjadwalkan sidang dilanjutkan pada Selasa (21/3/2023) dengan agenda menghadirkan saksi meringankan. Sedangkan Senin (27/3/2023) pembacaan tuntutan, Selasa (28/3/2023) pledoi dan tanggapan. Baru, Kamis (30/3/2023) pembacaan vonis hakim. (bw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *