oleh

Kepala Cabang Maybank Cipulir Gelapkan Dana Nasabah Rp22 Miliar

POSKOTA.CO – Penyidik Bareskrim Polri terus mendalami aset tersangka A, Kepala Cabang Maybank Cipulir, Tangerang Selatan yang menilap Rp22 miliar uang nasabah. Tersangka mengalihkan puluhan miliar uang nasabah ke rekening lain.

Sejumlah rekening yang dipakai tersangka A untuk mengalihkan dana hasil penggelapan tengah didalami polisi. “Ini masih kita dalami,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Brigjen Helmy Santika, Jumat (6/11/2020).

Dana nasabah Rp22 miliar dipindahkan tersangka A ke rekening milik orang lain. Tim penyidik sedang melakukan identifikasi aset dan penelusuran aliran dana tersangka A.

Penyidik masih mengusut penerima dana dari hasil kejahatan tersebut. Saat ini sedang proses tracing aset, menelusuri aliran dana yang digunakan tersangka A dan penerima aliran dana tersebut.

Terungkapnya kasus ini berawal dari laporkan Herman Lunardi dengan rekening atas nama Winda Earl sebagai anak dan Floleta sebagai istri pelapor pada 8 Mei 2020. Laporan itu bernomor: LP/B/0239/V/2020/Bareskrim dengan total tabungan yang hilang Rp20 miliar lebih.

Menurut Winda, dia baru mengetahui saldo tabungannya hilang pada Februari 2020. Winda mengatakan, uang yang ditabung di rekening Maybank adalah uangnya dan milik ibunya.

Sebagai nasabah, dia sengaja menabung untuk masa depan saya, namun saat dicek dana tabungannya ternyata hilang. “Jumlah tabungan saya dan ibu saya Rp20.879.000.000, hilangnya,” ujar Winda di Mabes Polri, Kamis (5/11/2020).

Dijelaskan, uang tabungan tersebut berasal dari ayah Winda. Dari total Rp20 miliar lebih tabungan yang raib, senilai Rp15 miliar lebih milik Winda dan sisanya milik ibunya.

Dikatakan Winda, pada tahun 2015, dia dan ibunya setor uang di Maybank yang diterima dari bapaknya. Untuk Winda totalnya sekitar Rp15.879.000.000 dan ibunya Rp5 miliar.

Pada Februari lalu, ibunya hendak menarik, ternyata ditolak dan kemudian diketahui nilai rekening ibunya sudah berkurang dan tingg Rp17 juta dari Rp5 miliar. Sedang tabungan Winda seharusnya Rp15.879.000.000 per Oktober kemarin, tersisa Rp400 ribu. Secara total, Winda dan ibunya mengalami kerugian totalnya Rp20.879.000.000. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *