oleh

Kasus Dugaan Korupsi Damkar Depok Dilimpahkan ke Pidsus Kejari Depok

POSKOTA.CO – Kasus dugaan korupsi sepatu PDL dan pemotongan insentif Covid-19 di lingkungan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok tahun anggaran 2017, 2018 dan 2019 kini dilimpahkan dari Seksi Intelijen kepada Seksi Pidsus, karena Seksi Intelijen menemukan ada dugaan perbuatan melawan hukum di dalamnya.

“Hasil pemeriksaan dan keterangan sekitar 50 orang saksi yang dimintai keterangan terkait dugaan korupsi pengadaan sepatu PDL dan pemotongan dana insentif petugas dalam masa pandemi Covid-19 oleh Tim Intelijen Kejari Depok beberapa waktu lalu, ini ada dugaan perbuatan melawan hukum,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Depok Herlangga Wisnu Murdianto kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (18/5/2021).

Dua kasus dugaan korupsi DPKP Kota Depok yang dilaporkan oleh masyarakat yaitu kasus korupsi pengadaan sepatu PDL dan kasus pemotongan uang insentif Covid-19 dalam anggaran tahun 2017, 2018 dan 2019 yang selama ini ditangani sejak awal tim seksi intelijen menemukan ada dugaan perbuatan melawan hukum di dalamnya dengan sejumlah bukti selama melakukan puldata, pulbaket dan pengumpulan informasi secara insentif selama satu bulan terakhir.

“Yang kita (Intelijen-red) temukan adalah sudah ada dugaan perbuatan melawan hukum (PMH) pada kedua kasus itu. Sehingga kita berkesimpulan bahwa kasus ini harus dilimpahkan ke Pidsus, supaya Pidsus lebih meneliti dan mendalami kembali permasalahan,” kata Herlangga sembari menambahkan, terlebih terkait pengadaan sepatu PDL yang dilaporkan, ada dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran untuk kegiatan pengadaan perlengkapan personel Pemadam Kebakaran dari tahun 2017, 2018 dan 2019.

Ditambahkan Herlangga, perlengkapan personel itu terdiri dari baju, sepatu, topi dan kelengkapannya mengacu kepada Peraturan Kemendagri dan Peraturan Wali Kota Depok, dalam pagu nilainya mencapai Rp1 miliar lebih yang seharusnya dibagi ke dalam beberapa paket lelang atau tender.

“Terkait masalah tersebut tentunya ada beberapa permasalahan yang selanjutnya akan didalami pihak Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Depok agar permasalah itu lebih terang lagi,” pungkasnya. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *