oleh

Anggotanya Jadi Korban Oknum Polisi, Perguruan Pagar Nusa Lapor ke PB IPSI

JAKARTA – Perguruan Silat Pagar Nusa melaporkan tindakan represif sejumlah oknum kepolisian di Sukoharjo yang dialami anggotanya ke PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Langkah itu dilakukan setelah aksi intimidasi terhadap sembilan anggota yang menyebabkan luka-luka juga viral di media sosial.

Ketua Umum Pagar Nusa M Nabil Haroen langsung mendatangi kantor PB IPSI di kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Selasa (24/9/2024). Upaya ini adalah langkah awal karena berikutnya akan melaporkan ke Polda Jawa Tengah. “Kami laporkan ke PB IPSI, karena yang menjadi korban adalah para pesilat yang mengalami luka dari ulah oknum kepolisian,” kata Nabil, di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Selasa (24/9/2024).

Dikatakan Nabil, tindakan represif yang dilakukan oknum itu terjadi saat 375 orang yang dilantik atau dikukuhkan sebagai anggota baru Pagar Nusa. Karena adanya pelantikan, ratusan anggota lainnya juga hadir dalam acara tersebut. “Tiba-tiba pukul 23.00 WIB, sejumlah oknum polisi menyisir rumah warga yang menjadi titik kumpul anggota Pagar Nusa. Bahkan sampai masuk rumah diminta jongkok sampai disetrum pakai alat kejut,” ujar Nabil.

Kemudian, kata Nabil, ada juga anggota Pagar Nusa yang merekam kejadian, malah ditodong menggunakan senjata pelontar gas air mata. Padahal saat itu sama sekali tidak ada indikasi gesekan Pagar Nusa dengan kelompok bela diri lain. “Kami juga tidak melakukan konvoi. Kami dapat izin juga. Tidak ada knalpot brong,” ungkapnya.

Atas kejadian itu, kata Nabil, pihaknya prihatin upaya oknum dari kepolisian tersebut terlalu berlebihan, apalagi ada sembilan anggotanya terluka. Bahkan saat ini Pagar Nusa kesulitan mencari orang dan korban lain yang berani bersuara, karena mereka khawatir berhadapan dengan kepolisian. “Polisi sebenarnya punya kompetensi untuk membina kami. Tapi jangan dibinasakan,” katanya.

Terkait hal itu, Ketua Harian PB IPSI Benny G Sumarsono mengaku sudah melihat rekaman video kejadian tersebut. “Saya miris dan sedih atas tindakan demikian,” katanya.

Dia mengimbau semua pihak untuk bisa jaga diri dan mawas diri. Semuanya harus introspeksi. Kemudian aparat keamanan atau personel kepolisian harus mengayomi warganya. (*/ifand)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *