BOGOR – Anak berkebutuhan khusus menjadi korban pelecehan seksual. Pelakunya kini diselidiki polisi. Terkait kejadian di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor yang viral di media sosial ini, Kapolsek Tanjungsari Iptu Rustami mengakui, pihaknya mengetahui kejadian ini, setelah tersebar di berita medsos, pada Senin (20/5/2024).
“Kami langsung lakukan pengecekan ke lokasi sekitar pukul 19.30 WIB. Kami minta keterangan saksi dan kumpulkan bukti,” kata Iptu Rustami, dalam siaran pers yang didapat POSKOTAONLINE.COM, Selasa (21/5/2024).
Iptu Rustami menjelaskan, Polsek Tanjungsari yang datang ke lokasi lalu berbincang dengan anak yang menjadi korban pelecehan seksual. Dalam perbincangan ini, korban diketahui berinisial AP alias Put, berusia 19 tahun. Ia merupakan anak dari Dariah, yang tinggal di Kampung Pasirangin, Desa Sukarasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.
“Mengenai kejadian yang tersebar luas melalui media sosial, yang menyebutkan bahwa Put sedang hamil lima bulan akibat dari adanya perlakuan pelecehan seksual yang dialaminya, sedang kami dalami,” kata Iptu Rustami.
Namun Kapolsek mengaku, meski telah tersebar luas berita ini, Polsek Tanjungsari belum menerima laporan resmi atau pengaduan dari keluarga korban atau pihak lain terkait kejadian tersebut.
Hasil sementara berdasarkan penyelidikan tim yang mencari informasi di rumah Dariah (orang tua AP-red), belum bisa disimpulkan. Dikarenakan saat tim tiba, Dariah sedang berkunjung ke rumah saudaranya di daerah Bekasi.
Sementara pengakuan pihak keluarga mengaku, korban suka bepergian keluar rumah entah ke mana mainnya. “Walau main, dia tetap pulang ke rumah. Kami tidak tahu-menahu bergaul dengan siapa saja, karena korban tidak pernah menceritakan hal apa pun, sampai adanya pemberitaan dan diketahui bahwa korban dalam keadaan hamil. Kami tidak tau siapa yang menghamili dia,” kata kerabat korban.
Sementara informasi lain yang diperoleh dari aparat desa dan warga sekitar, jika korban Putri adalah anak yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ). Ia sedang menjalani perawatan di Puskesmas Tanjungsari. “Dalam riwayat hidupnya, memang demikian. Ada gangguan dia,” kata pegawai desa. (*/yopi)







Komentar