POSKOTA. CO – Mengaku Ratu Adil dan Imam Mahdi, tiga pelaku dalam video yang viral di media sosial akhirnya meminta maaf.
Warsah, Rosyid dan Nari menyampaikan permintaan maaf atas perbuatannya. Ketiganya mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Kasat Intelkam Polres Bogor, AKP Aji Lesmana mengatakan, permintaan maaf diwakilkan oleh Warsah usai pertemuan dengan MUI Kabupaten Bogor, Kementerian Agama, FKUB dan dinas lainnya di Kantor Kesbangpol Kabupaten Bogor, Rabu (7/12/2012).
“Waktu video kemarin saya mengaku Ratu Adil Imam Mahdi. Saya minta maaf dan sekarang saya enggak sekali-kali lagi ngelakuin itu. Meminta maaf sebesar-besarnya ke semua yang ada di dunia ini. Sekarang saya yang bernama Ibu Warsah sudah kembali ke ajaran Islam,” ucap Warsah.
Mengaku Lega
Warsah mengaku sudah lega karena telah meminta maaf kepada masyarakat.
AKP Aji Lesmana menjelaskan, wanita itu mengakui ucapannya salah dan tidak akan mengulangi kembali.
“Sebelumnya ibu pikiran nyeri, pusing, ya itulah. Tapi sekarang alhamdulillah enak. Yang dilakuin itu sebetulnya salah, tapi ibu sekarang alhamdulillah udah kembali lagi ke jalan ajaran Islam,” ungkapnya.
Salah satu Ketua MUI Kabupaten Bogor, Muhammad Agus Mulyana mengatakan permasalahan video Ratu Adil Imam Mahdi tersebut telah selesai.
Mereka mengakui kesalahannya dan kembali ke ajaran agama Islam yang benar.
“Alhamdulillah setelah mereka sampaikan dan diedukasi kami disampaikan kepada mereka dan mereka memohon maaf dan kembali bersyahadat, kembali kepada ajaran Islam,” kata Agus.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor memastikan ajaran yang dianut oleh pasangan lansia Warsah dan Rosid adalah sesat. Karena, sudah masuk ke dalam 10 poin kriteria ajaran sesat.
“Itu sudah masuk dalam kriteria ajaran sesat. Dari 10 kriteria poin, ini ada masuk semua,” ungkapnya.
Dari ajaran yang dianut oleh pasangan yang mengaku Ratu Adil dan Imam Mahdi itu sesat karena memiliki perbedaan dengan ajaran agama Islam. Mulai dari syahadat, ajaran Alquran, solat dan lainnya.
“Penyimpangannya itu pertama mengaku Ratu Adil dan Imam Mahdi. Syahadat yang dipakai berbeda sudah keluar dari pada syahadat Islam. Solatnya hanya dua kali jam 5 pagi dan 5 sore,” jelasnya.
Di tempat yang sama, salah satu perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Robi Samsyi mengatakan adapun motif pasangan lansia Warsah dan Rosid yang mengaku sebagai Ratu Adil dan Imam Mahdi karena melihat banyak kejadian bencana yang melanda Tanah Air.
Mereka pun mengaitkannya dengan Imam Mahdi dan tidak sesuai ajaran Islam.
“Disampaikan itu, melihat mencermati keadaan kondisi sekarang yang terjadi terkait bencana gempa. Jadi mereka dengan pemahaman beranggapan kembali kepada Imam Mahdi. Ada bahasa Imam Mahdi yang dianggap jelas-jelas menyimpang,” katanya. (Yopi)







Komentar