oleh

Begawan Bulu Tangkis Taufik Hidayat Puji Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata: Beliau Mengalah Sama Saya

​JAKARTA – Suasana GOR Obe Syaaf, Markas Komando Armada RI di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat seketika riuh oleh tepuk tangan. Bukan karena ketegangan taktik militer, melainkan karena pengakuan jenaka dari Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) sekaligus sang ‘Begawan Bulu Tangkis Indonesia’, Taufik Hidayat, usai melakoni laga eksibisi dalam rangka Pekan Olahraga TNI Angkatan Laut (Poral) 2026.

​Dalam sesi doorstop hangat setelah pertandingan, legenda peraih emas Olimpiade itu dengan nada merendah memuji kemampuan sang jenderal. “Beliau main sama saya mengalah,” ujar Taufik sambil tersenyum.

“Beliau tadi bilang ke saya hobinya badminton, tapi ya saya kan dulu atlet,” kelakarnya, yang langsung disambut tawa renyah jajaran pejabat yang hadir.

​Laga eksibisi pertama yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB ini memang penuh keakraban namun tetap kompetitif. Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M., CHRMP., yang berpasangan dengan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Komjen Pol (Purn) Dr. Akhmad Wiyagus, harus memeras keringat untuk mengimbangi permainan taktis Taufik Hidayat yang berduet dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Prof. Asep Nana Mulyana, S.H. Meski mendapat perlawanan cukup ketat dari sang Laksaman, pasangan Taufik Hidayat-Jampidum akhirnya menyudahi perlawanan dengan skor 15-9.

​Kemeriahan berlanjut pada laga eksibisi kedua. Kali ini, Taufik Hidayat berpasangan dengan Chico Aura Dwi Wardoyo — andalan tunggal putra Pelatnas PBSI yang kini berstatus sebagai prajurit aktif TNI AL. Duet maut ini ditantang oleh pasangan Wamendagri Komjen Pol. (Purn) Dr. Akhmad Wiyagus yang berpasangan dengan atlet dari Pengprov DKI Jakarta. Melalui reli-reli panjang yang menghibur, Taufik Hidayat kembali menunjukkan kelasnya dan sukses mengantongi kemenangan keduanya pada pagi itu.

​​Di sela-sela jalannya pertandingan, Pangkoarmada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata didampingi langsung oleh Kadispen Koarmada RI Kolonel Laut Wisnu Ardiansyah, memberikan penjelasan resmi mengenai esensi dari kegiatan ini.

​Laksdya TNI Denih Hendrata menegaskan, laga eksibisi dan rangkaian Poral 2026 ini bukan sekadar ajang unjuk bakat di atas lapangan. Lebih dari itu, event besar ini dirancang sebagai instrumen strategis untuk memperkokoh soliditas, persaudaraan, kekompakan, dan jiwa korsa di antara keluarga besar TNI Angkatan Laut. Melalui olahraga, terbangun sinergi yang kuat antarmatra serta kemitraan yang erat dengan berbagai instansi pemerintahan dan lembaga negara demi mendukung kesiapan operasional TNI AL dalam menjaga kedaulatan wilayah Nusantara.

​Bagi Taufik Hidayat sendiri, atmosfer Poral ini membawa pesan mendalam tentang gaya hidup. “Sekarang olahraga sudah menjadi budaya dan lifestyle. Melalui olahraga, kita tidak hanya bicara prestasi, tapi bagaimana menyatukan dan mempererat hubungan keluarga besar Angkatan Laut agar lebih sehat di tengah rutinitas kerja sehari-hari,” ungkap Taufik bijak.

​Apresiasi senada juga datang dari Wamendagri Akhmad Wiyagus yang menggarisbawahi pentingnya kesehatan fisik sebagai pondasi utama pembangunan SDM yang unggul. “Apa yang dilakukan oleh Angkatan Laut sebagai garda terdepan pertahanan maritim Indonesia merupakan bukti nyata perwujudan Asta Cita. Semangat sehat dari pusat ini harus bisa dicontoh hingga ke akar rumput, bahkan sampai ke masyarakat pesisir,” tegasnya mantap.

​Sinergi Barat dan Timur di Poral 2026
​Ada misi sejarah yang dibawa dalam gelaran Poral tahun ini. Untuk pertama kalinya, TNI Angkatan Laut menyatukan gelaran Pekan Olahraga Wilayah Barat dan Wilayah Timur menjadi satu panggung kompetisi yang terpusat dan megah. Koarmada RI pun dipercaya memikul tanggung jawab besar sebagai ketua panitia penyelenggara ajang yang berlangsung pada 13-16 Juli 2026 ini.

​Ajang ini tidak hanya memutar kompetisi bulu tangkis yang diikuti oleh lima cabang olahraga utama lainnya, termasuk sepak bola, tenis lapangan, dan tenis meja. Seluruh rangkaian pertandingan disebar di berbagai Komando Utama (Kotama) TNI AL yang berada di wilayah Jakarta.

Melalui kompetisi ini, lapangan olahraga menjelma menjadi kawah candradimuka untuk membentuk prajurit yang tangkas. Fisik yang prima dan sinergi yang kuat adalah modal utama yang tak ditawar-tawar dalam menjaga kejayaan laut Nusantara. (*/aga)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *