oleh

Dirut KAI Tinjau Jembatan dan Perlintasan Kereta Api di Jateng

PURWOKERTO – Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin meninjau sejumlah infrastruktur perkeretaapian di wilayah Jawa Tengah, mulai dari jembatan kereta api hingga perlintasan sebidang pada Jumat (6/11/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi prasarana serta kesiapan fasilitas keselamatan di sejumlah titik.

Peninjauan mencakup Jembatan BH 1109 KM 303+6/7 pada lintas Prupuk-Linggapura di wilayah Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto. Selain itu, Bobby juga memeriksa dua titik perlintasan di lintas Tegal-Slawi, yakni KM 7+200 dan JPL 16A KM 7+080.

Bersama jajaran operasional KAI, Bobby melihat secara langsung kondisi jalur, jembatan, serta perkembangan fasilitas keselamatan di perlintasan sebidang. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan penanganan infrastruktur berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

“Setiap lintas memiliki karakteristik yang berbeda. Kami melihat langsung kondisi jembatan, jalur, dan perlintasan untuk memastikan kebutuhan penanganannya sesuai dengan kondisi di lapangan. Harapannya, perjalanan kereta api dan aktivitas masyarakat di sekitar jalur dapat berlangsung semakin baik,” ujar Bobby, dalam keterangan tertulis yang diterima POSKOTAONLINE.COM, Minggu (8/11/2026).

Peninjauan tersebut juga menjadi bagian dari upaya KAI meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Salah satu program yang tengah dijalankan adalah pembangunan 190 gardu perlintasan yang dilengkapi fasilitas pendukung, seperti palang pintu dan perlengkapan operasional penjagaan.

Hingga 5 November 2026, sebanyak 24 titik perlintasan telah beroperasi dengan fasilitas hasil pengembangan. Titik-titik tersebut tersebar di sejumlah wilayah operasional, meliputi Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 4 Semarang, Daop 7 Madiun, dan Daop 8 Surabaya. Sementara itu, pekerjaan di lokasi lainnya masih berlangsung secara bertahap, termasuk penyelesaian fasilitas fisik dan kesiapan peralatan operasional.

Bobby mengatakan, pengembangan fasilitas keselamatan perlu diikuti dengan kesiapan petugas dan peralatan agar dapat berfungsi secara optimal. Menurutnyaa, perlintasan sebidang merupakan titik pertemuan antara perjalanan kereta api dan mobilitas masyarakat sehingga membutuhkan perhatian serta penanganan yang berkelanjutan.

“Perlintasan merupakan ruang yang digunakan bersama oleh perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Kami terus melengkapi fasilitasnya secara bertahap, dengan memperhatikan kesiapan petugas dan peralatan di setiap lokasi. Kami ingin hasil pekerjaan ini memberi manfaat bagi masyarakat yang melintas setiap hari,” katanya.

Selain pembangunan fasilitas, KAI juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk mengevaluasi kondisi perlintasan sebidang. Langkah tersebut meliputi peningkatan fasilitas keselamatan, pengaturan operasional, serta penanganan titik-titik yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Melalui peninjauan di lintas Prupuk-Linggapura dan Tegal-Slawi, KAI berharap evaluasi infrastruktur dapat menjadi dasar penentuan prioritas pekerjaan berikutnya. Dengan demikian, fasilitas yang dikembangkan tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional, tetapi juga mendukung keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat. (*/din)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *