BOGOR – Aktivitas gempa bumi susulan setelah gempa Flores bermagnitudo (M) 7,7 mulai menunjukkan pola penurunan.
Anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), Dr. Daryono menyebut, grafik aktivitas gempa susulan secara statistik bergerak turun dan melambat.
Daryono mengatakan, hingga Jumat (21/8/2026) pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 4.256 gempa bumi susulan setelah gempa Flores M7,7.
Dari ribuan gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar tercatat M6,2, sedangkan yang terkecil M1,1. Sementara itu, gempa susulan dengan magnitudo di atas M5 tercatat sebanyak 31 kali. “Dari 4.256 ini, gempa susulan yang dirasakan warga sebanyak 118,” kata Daryono Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, grafik peluruhan aktivitas gempa mulai memperlihatkan pola penurunan. Kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa aktivitas gempa susulan perlahan mengalami pelemahan.
“Dari grafik peluruhan mulai nampak pola penurunan, sehingga gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3-4 minggu,” ujarnya.
Meski aktivitas gempa susulan mulai menurun, Daryono menekankan pentingnya proses pemulihan pascabencana yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan kembali infrastruktur yang rusak.
Menurut dia, pemulihan harus dibarengi dengan penguatan mitigasi dan edukasi masyarakat melalui prinsip Build Back Better and Safer.
Daryono menjelaskan, pemulihan pascagempa harus menjadi momentum untuk memutus siklus kerentanan masyarakat terhadap bencana yang sama di masa mendatang.
“Pemulihan tidak sekadar membangun kembali fisik yang rusak, tetapi juga memutus siklus kerentanan wilayah terhadap bencana berulang,” jelasnya.
Ia mendorong agar rekayasa fisik tahan gempa diintegrasikan dengan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
Salah satunya melalui simulasi evakuasi secara berkala serta penguatan literasi risiko bencana.
Dengan langkah tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memiliki infrastruktur yang lebih tangguh, tetapi juga memiliki kemampuan menghadapi situasi darurat.
“Memastikan bahwa masyarakat tidak hanya memiliki infrastruktur yang lebih tangguh, tetapi juga memiliki pengetahuan, keterampilan evakuasi mandiri, serta budaya sadar bencana yang mampu menekan angka korban jiwa dan kerugian ekonomi secara drastis saat gempabumi mendatang kembali terjadi,” tegasnya. (yd/fs)








Komentar