LAUT JAWA — Operasi pencarian korban kecelakaan laut KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa kini memasuki fase krusial. TNI Angkatan Laut memperketat area pencarian dengan memfokuskan penyelidikan pada kerangka kapal yang tenggelam di dasar laut.
Guna mengoptimalkan pencarian bawah air, TNI AL menerjunkan tim penyelam teknis, memasang pelampung penanda (buoy), serta menguji coba Remotely Operated Vehicle (ROV)—robot bawah laut pengamat kondisi bangkai kapal.
Komando operasi dikendalikan langsung dari KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang bertindak sebagai kapal markas. Pangkoarmada II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya memimpin langsung sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), didampingi Danguskamla Koarmada II Laksma TNI Edy Setyawan sebagai On Scene Commander (OSC).
Seluruh pergerakan ini merupakan instruksi langsung dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk memastikan operasi SAR berjalan cepat dan terukur.
Peran dan Sektor Armada TNI AL
Sejumlah alutsista dan kapal perang dikerahkan dengan pembagian tugas spesifik:
KRI I Gusti Ngurah Rai-332: Memimpin pemeriksaan koordinat (marking), menerjunkan tim penyelam, dan mendampingi KN Kunyit dalam pemasangan buoy.
KRI Pulau Fani-731: Mengamankan area bangkai kapal sekaligus mengoperasikan ROV untuk memetakan visual bawah laut.
KRI Canopus-936: Menjaga sterilisasi dan pengamanan zona kerangka kapal dari lalu lintas laut sekitar.
Helly Panther HS-1311: Siap sedia di helideck KRI I Gusti Ngurah Rai-332 untuk pemantauan udara dan evakuasi medis darurat.
KRI Nala-363: Melakukan bebekal ulang (refueling & resupply) di Surabaya agar kesiapan logistik armada tetap terjaga.
Pencarian terus diperluas sesuai sektor yang disepakati. TNI AL juga memperkuat koordinasi dengan Lanal Banjarmasin dan Posko Gabungan SAR di Banjarmasin untuk menyisir setiap potensi ditemukannya para korban. (*/aga)







Komentar