POSKOTA.CO – Ekspos kemeriahan dan hingar bingar acara puncak Hari Jadi ke-524 (01 September 2022) Kuningan Jawa Barat tahun 2022 ini dinilai meredup. Hal tersebut terasa, salah satunya disebabkan hanya beberapa media yang eksis liputan di wilayah itu melakukan ekspos penayangan momentum besar rakyat Kuningan, dapat dihitung dengan jari.
Belum diperoleh kepastian penyebab mengenai hal tersebut. Namun, beberapa rekan awak media sempat menyampaikan pendapatnya.
Salah satunya disuarakan Saepul salah seorang wartawan media online yang biasa bertugas di wilayah itu.
Menurutnya, minimnya tayangan ekpos media seputar puncak peringatan Hari Jadi ke-524 Kuningan pada hari ‘H’ (01 September) nampaknya tidak berbanding lurus dengan banyaknya jumlah keberadaan media yang ada di kabupaten berjuluk “Kota Kuda” ini.
Dia menilai, hal tersebut menurutnya bisa merupakan salah satu wujud sebuah ‘refleksi kegagalan’ pihak pemerintah daerah Kabupaten Kuningan dalam merajut benang kemitraan dengan insan pers.
“Gereget partisipasi sejumlah insan pers di Kuningan dalam melakukan penayangan ekspos pada hari ‘H’ sebagai puncak hari jadi Kuningan sepertinya ada penurunan,”ucapnya.
Dia menyadari, apa yang menjadi pendapatnya itu mungkin terlalu prematur untuk diungkapkan. Namun begitu katanya, hal ini menjadi patut disampaikan sebagai sinyal yang perlu mendapatkan perhatian serius pemda setempat.
“Harapan saya jika betul penurunan partisipasi rekan pers di Kuningan dalam memunculkan atau mengekspos momentum sangat penting itu, diantaranya disebabkan melemahnya bangunan kemitraan, hal ini perlu perhatian pihak terkait,”kritiknya.
Hal senada diutarakan Uus Boy wartawan media online lainnya yang juga berada di tempat yang sama. Kepada Poskota.co dia mengungkapkan, idealnya media yang menayangkan momentum penting bernilai sejarah bagi Kuningan relatif harus banyak.
“Tapi faktanya media yang ekspos puncak hari jadi kuningan kurang dari 50 persen berbanding jumlah media yang biasa meliput kegiatan di wilayah ini,”terangnya.
Dia berani menyebut, tingkat partisipasi awak media cenderung menurun, bisa jadi karena ada akumulasi kekecewaan terhadap jalinan kemitraan antara sejumlah media dengan pihak pemerintah daerah Kabupaten Kuningan belakangan ini.”Fungsi dan peran penghubung kemitraan pemda dengan media sebaiknya ditinjau kembali dan diperbaiki,”ujar Boy.
Sehingga tidak berlebihan singgungnya, jika kondisi ini menjadi titik kekurangan yang harus dicarikan formula terbaiknya,”tegas Boy.
Dicontohkannya, dia sering mendengar keluhan atau kekecewaan rekan awak media yang komplain dengan urusan iklan dari salah satu narasumber.
“Kesempatan untuk ruang pemasangan iklan terkadang terkesan dipilih medianya, sehingga dapat memunculkan kecemburuan dari yang lain,”imbuhnya.
Ditambah lagi sambung Boy, sesudah iklan ditayangkan malah proses klaim pembayaran iklannya juga molor waktu.
“Herannya waktu pembayaran iklan terkadang terdapat perbedaan, ada yang begitu diklaim saat itu juga bisa ditunggu pembayarannya dan ada juga yang mesti menunggu hingga bulan depan,”sindirnya.
Terpisah, ketika dikonfirmasi Poskota.co, di ruangan kerjanya, Jumat (02/09/2022), pihak Diskominfo Kabupaten Kuningan, melalui Kabid Komunikasi dan Informasi Publik, Anwar Nasihin menyebutkan jumlah media yang eksis di wilayah itu terbagi dalam katagori, media cetak, media radio, media tv dan media online.
“Kami mencatat dan mendata ada berapa media yang eksis dalam liputan di Kuningan dan ternyata jumlahnya cukup banyak juga,”ujarnya.
Namun begitu, media yang ada disini juga kata Anwar bisa merupakan media yang aktif terus atau ada juga media pasif.
Menurutnya, terkait minimnya ekspos hari jadi Kuningan dipandang menjadi sebuah gambaran kurang berhasilnya Pemda Kuningan dalam menjalin kemitraan dengan insan pers, dia mengatakan tidak seperti itu. “Rasanya hal tersebut terlalu cepat disimpulkan sebagai menurunnya tingkat kemitraan,”tepisnya.
Tapi, sejumlah pendapat maupun masukan dari luar terkait hal tersebut akan dievaluasi pihaknya.
“Sesudah satu minggu kedepan tim analisis Diskominfo akan mencoba mencari tahu melalui data seberapa banyak jumlah partisipasi media yang mengekspos atau menayangkan berita pada hari ‘H’, Kamis (01/09/2022) sebagai puncak peringatan Hari Jadi-524 Kuningan,”pungkasnya. (cep/sir)







Komentar