POSKOTA.CO – Pengelola dan pedagang seafood Resto Apung membantah berita tentang adanya sejumlah ibu Bhayangkari keracunan makanan di restoran tersebut. Mereka menegaskan menu yang disajikan para pedagang di pusat wisata kuliner makanan laut tersebut dijamin higienis dan tentunya juga lezat.
Hal itu disampaikan Manajer Operasional Pengelola Resto Apung Riyadi dan Muji selaku pemilik Restoran Ojo Lali di Resto Apung kawasan Pelabuhan Ikan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (3/9/2022). “Kami pastikan berita itu hoaks. Sama sekali tidak ada pelanggan kami yang keracunan oleh makanan dari sini. Seandainya itu benar, tentu kami diperiksa polisi, mengingat rombongan Bhayangkari itu banyak yang merupakan istri petinggi Polri,” kata Riyadi.
Menurutnya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana juga menepis adanya kabar keracunan pada ibu-ibu Bhayangkari usai menyantap seafood di Resto Apung pada Sabtu (21/8) lalu. “Kapolres memastikan bahwa kegiatan fun bike dan bakti sosial di Muara Angke berjalan aman, tertib, dan lancar,” tandas Riyadi.
Ia mengimbau masyarakat yang ingin menikmati seafood sambil melihat pemandangan laut, jangan segan datang ke Resto Apung yang merupakan tempat pengganti Warung Ikan Bakar Muara Angke.
Riyadi menegaskan para pedagang yang terdiri dari 30 restoran berkomitmen menyajikan masakan yang lezat dan higienis. “Harganya pun dijamin lebih murah dibanding restoran seafood di Jakarta,” papar Riyadi sambil menambahkan untul mengontrol harga, sistem pembayaran di sini menerapkan satu kasir. “Kalau ada pelanggan yang merasa dikerjai soal harga, pengelola akan turun tangan dan memberi sanksi ke pedagang,” tambahnya.
Sejak beroperasi tahun lalu, Resto Apung yang dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta, banyak dikunjungi kalangan komunitas sosial, selebriti, pemerintahan, dan lainnya. “Banyak artis kondang maupun pejabat negara yang makan sambil bersantai bersama kolega maupun keluarga. Biasanya paling ramai adalah Malam Minggu bisa mencapai seribuan pengunjung dan omset sekitar Rp 200 jutaan,” ungkapnya.
Muji mengucapkan terima kasih kepada Pemprov DKI yang telah merevitalisasi Warung Ikan Bakar Muara Angke menjadi Resto Apung. Bangunannya mewah, sangat artistik dan berada di atas air laut yang memadukan kuliner dan wisata bahari. “Tempat usaha kami menjadi jauh lebih nyaman. Omsetnya juga naik dua kali lipat. Apalagi nanti kalau pandemi sudah benar-benar hilang, tentu usaha di sini makin ramai,” ujar pemilik restoran Ojo Lali yang berdagang sejak 2006.
Kepada calon pelanggan baru, Muji mengimbau agar membeli ikan sendiri di pedagang pengecer yang berada di kawasan itu juga. “Bisa milih sendiri, bisa menawar sendiri. Lalu dimasak dan dinikmati di tempat kami,” kata Muji.
Adapun ongkos masak Rp 40 ribu dan bakar Rp 30 ribu per kilo. Resto dibuka mulai jam 10 pagi hingga tengah malam. Tiap week end ada hiburan musik hidup. (eli/sir)







Komentar