oleh

Pantang Surut Harga Ikan Anjlok, Nelayan Mundu Tambah Waktu Melaut

POSKOTA.CO – Di tengah amukan pandemi Covid-19, beberapa nelayan keluhkan menurunnya penghasilan tangkapan ikan akibat anjloknya harga jual ke pengepul di situasi saat ini.

Hal ini terjadi karena pengepul kesulitan untuk menjual ikannya ke luar Kota Cirebon akibat pembatasan aktivitas, sehingga hasil tangkapan ikan dari nelayan lokal mengalami penumpukan di pasar ikan. Semahal apa pun jenis ikan yang didapatkan oleh nelayan pencari ikan, harganya akan hancur karena risiko pembusukan dan kelebihan stok.

Nursin Subroto

Dengan kondisi tersebut, ikan-ikan yang seharusnya bisa dijual ke luar daerah Cirebon seperti Malaysia, sementara harus dialihkan ke meja pasar. Dari besarnya risiko pembusukan dan kelebihan stok inilah yang membuat nelayan dan pengepul rela membanting harga agar tetap bertahan dalam mendapatkan rupiah untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin berat.

Namun hal ini tak membuat Nursin Subroto, salah satu nelayan asal Mundu Pesisir, takluk dengan keadaan tersebut. Saat ditemui POSKOTA.co, Minggu (14/6/2020), dirinya tetap terlihat bersemangat dalam mencari ikan bahkan tidak menampakkan keluh-kesahnya di situasi harga jual ikan ke pengepul sangat jauh dari yang ia harapkan.

“Semenjak adanya pandemi Covid-19, harga jual ikan nelayan di sini memang turun jauh sekali. Misal ikan bandeng yang biasanya kita bisa jual ke pengepul Rp20.000 per kilonya, kini cuma Rp12.000 per kilonya jadi para nelayan harus semakin giat dan menambah jam kerja menangkap ikan agar hasil tangkapan juga bertambah untuk menambal jatuhnya harga jual ikan,” ujarnya dengan sesekali tersenyum.

“Namun kondisi ini tidak membuat saya sebagai tulang punggung keluarga harus menyerah dengan keadaan saat ini, karenanya saya harus berangkat pagi pulang petang hanya untuk menangkap ikan,” sambungnya.

Kondisi perahu Nursin sendiri sangat memprihatinkan, di mana perahu yang dipakainya untuk mencari ikan sudah mulai mengalami pelapukan dengan ukuran kecil dan mengandalkan satu jaring yang selalu dia perbaiki sendiri saat jaringnya rusak.

Sejumlah nelayan lokal di Mundu Pesisir berharap pemerintah memberikan perhatian atas kondisi nelayan saat ini, baik dari bantuan ekonomi maupun bantuan yang bersifat alat kerja nelayan seperti mesin, perahu dan alat penangkap ikan. (wahy/bob)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *