oleh

Mitigasi Bencana, Syamsul Ahmad: Masyarakat Diimbau untuk Tidak Panik

POSKOTA.CO – Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali memberikan pembekalan materi kebencanaan.

Kegiatan tersebut, sebagai upaya pencegahan dalam hal kesiapsiagaan penanggulangan bencana kepada masyarakat dan aparat pemerintah desa, yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Kanrung, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Sabtu (6/3/2021).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 50 orang dan diselenggarakan oleh mahasiswa-mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sinjai (Umsi) Kabupaten Sinjai sebagai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) karya reguler yang menghadirkan peserta yaitu pemerintah desa setempat dan beberapa tokoh masyarakat dan ibu-ibu rumah tangga serta mahasiswa-mahasiswia itu sendiri.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Sinjai Syamsul Ahmad SKep selaku pemateri dasar-dasar kebencanaan meliputi definisi, dan jenis-jenis bencana serta manajemen kebencanaan berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana kepada Seluruh masyarakat.

“Pemahaman tentang kebencanaan tentu juga merupakan salah satu upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam penanggulangan bencana. Sebab dengan melalui pemahaman tentang dasar-dasar kebencanaan, maka jelas akan dapat mengurangi risiko, baik pra, saat terjadi maupun pascabencana,” terangnya.

Dalam pemaparannya, Syamsul juga menjelaskan, bahwa mengendalikan diri agar tidak panik sangat diperlukan sebagai bagian dari pembelajaran mitigasi atau kesiapsiagaan menghadapi bencana. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana harus mendapatkan pengetahuan tentang hal tersebut. Dengan ketenangan masyarakat dalam situasi menghadapi bencana tentu memudahkan pemerintah, militer, dan lembaga-lembaga sosial dalam membantu evakuasi sampai rehabilitasi korban.

“Kami berharap seluruh peserta dapat menambah pengetahuan tentang kebencanaan dan kemitraan berjalan sesuai dengan seharusnya sehingga sinergi antarlembaga, lintas sektor, dapat terwujud, begitu juga menyarankan kegiatan-kegiatan seperti ini ditindaklanjuti oleh pemerintah desa dan kelurahan setempat,” kata Zoel sapaan akrab Syamsul Ahmad.

“Untuk membuat kegiatan yang sama minimal kelasnya tentu bukan lagi pengenalan dan pemaparan, tapi minimal ada skill dan kompetensi yang dimiliki oleh peserta sehingga di setiap desa dan kelurahan terbentuk satgas siaga bencana yang sudah terlatih sehingga diakui oleh pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa dan kelurahan setempat,” sambungnya.

Zoel mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara khususnya para adik-adik mahasiswa-mahasiswi di mana sudah melibatkan BPBD Sinjai sebagai bagian dari penyelenggarakan kegiatan yang sangat positif bagi generasi muda pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya. (jumardi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *