POSKOTA.CO- Pasca gelar aksi demontrasi di depan gedung merah putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) di Jakarta beberapa hari yang lalu, gabungan Penggiat Anti Korupsi Sinjai kembali angkat bicara. Kamis (8/7/2021).
Salah satu perwakilan pegiat anti korupsi, Arjuna Ginting yang merupakan juru bicara (Jubir) dari elemen gabungan lembaga anti koruosi yang baru ini meggelar aksi demonstrasi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia mengatakan, kami dari pegiat anti korupsi akan terus memantau dan mengawal laporan di KPK RI terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi yang melanda di kabupaten Sinjai, dimana? Kuat dugaan bahwa Bupati Sinjai Andi Seto Ghadista Asapa yang juga merupakan Kader Partai Gerindra Ikut terlibat dari kasus tersebut yang baru-baru ini dilaporkan di KPK RI.
“Kami meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia agar menindak lanjuti laporan kami, dan kami akan memberikan atensi terhadap laporan pengaduan yang kami masukkan pada saat aksi demosntrasi kemarin maupun laporan-laporan sebelumnya,” ungkapnya.
Lanjutnya, kata Arjuna, Insya Allah setelah Pandemi Covid-19 melandai di DKI Jakarta, kami akan turun kembali menggelar aksi Demonstrasi di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia untuk memberikan supor dalam penanganan kasus korupsi di Sinjai.
“Mudah-mudahan KPK RI tidak mendapat interfensi dar pihak siapapun sehingga PKP serius menangani kasus korupsi yang ada di kabupaten Sinjai,” harapnya
Diketahui, elemen lembaga yang tergabung dalam gerakan pegiat anti korupsi yang turun aksi demonstrasi di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK-RI) Republik Indonesia (Senin,28 Juni 2021) Yakni : Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Wilter DKI Jakarta, Koalisi Anti Korupsi (KATIK) Sinjai, Persaudaraan Bugia Sinjai (PBS), Suara Indonesia, Gerakan Mahasiswa Bersatu (GERMAB).
Secara terpisah, Hisbullah menyebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus terbuka terhadap kritik Pemuda Sinjai tentang kasus korupsi yang belum di tangani oleh KPK itu.
Ia menganggap kritik dan saran terhadap KPK sebagai bentuk perhatian serta komitmen dukungan terhadap pemberantasan korupsi oleh KPK.
“kami sampaikan ke KPK bahwa saatnya menyikapi segala bentuk kasus korupsi, gratifikasi/ suap yang terjadi di kabupaten Sinjai agar semua yang diduga pelaku ada efek jerah sehingga tidak serta merta mempermainkan atau menyalah gunakan uang negara, karena uang negara bukan milik pribadi akan tetapi uang negara adalah milik semua warga negara,” harapnya.
Hisbullah menambahkan, kami dari pemuda dan beberapa penggiat anti korupsi Sinjai bersama-sama mengawal dan akan kembali turun aksi di KPK untuk mempertanyakan apa hasil dari pada aspirasi kami dan sampai dimana tindak lanjutnya, Karena kami sadari bahwa kritik adalah bagian dari perhatian dan komitmen dukungan publik pada upaya pemberantasan korupsi yang diamanatkan kepada KPK.
“Olehnya itu kami dari aliansi pemberantas korupsi kabupaten Sinjai berharap kepada KPK agar menjaga independensinya dan serius mengus tuntas dugaan korupsi yang ada di Kabupaten Sinjai tanpa tekanan dari pihak manapun,” tegasnya. (Jumardi)







Komentar