oleh

Kopel Kunjungi Pengungsi Korban Gempa di Sulbar Sangat Memprihatinkan

POSKOTA.CO- Relawan Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia menyambangi lokasi pengungsian korban gempa asal Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawsi Barat (Sulbar), Jumat (22/1/2021).

Menurut Sri Wahyuni salah satu tim relawan KOPEL, ia mengatakan, korban gempa ini mengungsi ke Kabupaten tetangga, di Kelurahan Tinambung, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman Sulabar.

Alasan mereka keluar dari daerah terdampak gempa karena khawatir dengan gempa susulan yang setiap saat datang mengancam. “Kami tidak tenang di sana, setiap saat terjadi gempa susulan. Kami takut,” ungkap salah seorang korban pada tim relawan KOPEL.

Lanjutnya, kata dia, korban gempa dari Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene ini sebanyak 39 Kartu Keluarga (KK) dengan jumlah pengungsi sebanyak 180 jiwa yang sebagian diantaranya adalah anak-anak dan balita.

“Ada 20 orang balita dan 6 orang anak-anak selebihnya adalah orang dewasa. Mereka menempati 3 lokasi pengungsian antara lain di SMK, SMU Layonga dan di Kandeapi. Di lokasi pengungsian, di samping menempati emperan teras sekolah juga mendirikan tenda-tenda di pinggir jalan,” kata Sri Wahyuni.

Ia menambahkan, kondisi mereka saat ini cukup memprihatinkan. Di samping sanitasi yang buruk, air bersih, juga tidur beralaskan apa adanya. Bahkan beberapa anak mulai terserang penyakit. Protokol kesehatan jangan ditanya, di pengungsian tidak lagi menjadi prioritas.

Tim relawan KOPEL di lokasi pengungsian menemukan anak-anak dan balita sedang sakit. Mereka terpaksa hanya dibiarkan terbaring di lantai dengan alas seadanya bersama ratusan pengungsi yang lain. Belum diketahui jenis penyakitnya. Pihak keluarga mengaku sedang menunggu petugas kesehatan datang memeriksa.

Hingga kini tim relawan KOPEL sedang melakukan koordinasi dengan petugas daerah setempat untuk penangannya.
“Mudah-mudahan secepatnya tertangani”, ungkap Sri Wahyuni didampingi tokoh masyarakat setempat di Tinambung. (Jumardi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *