oleh

Infrastruktur Dibutuhkan sebagai Urat Nadi Kesejahteraan Papua

POSKOTA.CO – Keberadaan dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua terlebih diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur sebagai urat nadi pembangunan menyeluruh bagi masyarakat setempat yang sangat didambakan sejak lama guna mengejar ketinggalan dengan propinsi lain di Indonesia.

“Kehadiran infrastruktur Jalan Trans Papua rencananya sepanjang 1.071 Km yang dibangun sejak tajun 2018 sebagai penghubung Papua dan Papua Barat tentunya menjadi salah satu contoh mulai bergeliatnya seluruh sendi atau urat nadi perekonomian, sosial dan pembangunan,” kata Izak Randi Hikoyabi, Tokoh Papua dalam Webinar Moya Discussions Group dengan tema “Pembangunan Infrastruktur untuk Kesejahteraan Rakyat Papua”, Jumat (23/10).

Kehadiran Jalan Trans Papua yang direncanakan mencapai panjang 1.071 Km hingga kini baru sekitar 743 Km yang susah diaspal sisanya masih agregat atau dalam pengerasan tentunya sudah membuktikan pembangunan ekonomi secara bertahap mulai nampak di masyarakat Papua terlebih bila seluruh pekerjaan jalan selesai semuanya.

Menurit dia, kondisi Jalan Trans Papua Barat terbagi menjadi dua segmen/ruas yaitu segmen I Sorong-Maybrat-Manokwari (595 km) yang menghubungkan dua pusat ekonomi di Papua Barat yakni Kota Sorong dan Manokwari sekrangan dapat ditempuh dalam waktu 14 jam kalau dulu hampir tiga hari perjalanan darat.

Kehadiran infrastruktur yang baik ditambah dengan tersambungnya sejumlah akses baik jalan, jembatan, listrik dan lainnya sangat berdampak kepada pertumbuhan perekonomian masyarakat Papua sehingga bakal dirasakan bagi anak cucu dimasa mendatang.

Sedangkan, Dubes Imron Cotan, satu Pengamat Politik Global khusus wilayah Papua, mengaku sangat terkesan dengan pbangunan infrastruktur yang berlangsung di wilayah Papua. “Adanya infrastruktur yang merata di wilayah Papua akan memudahkan masyarakat dalam mempercepat distribusi barang dan memasarkan hasil bumi ke daerah.lain,” tuturnya.

Propinsi Papua itu unik yang memiliki kearifan lokal, imbuhnya bahkan dulu perbandingan harga BBM sangat jauh dengan propinsi lain di Indonesia. Saat ini harga BBM di Papua sama dengan di Jawa, dulu transportasi hanya melalui pesawat udara tapi sekrang bisa melalui jalur darat atau akses jalan Trans Papua yang tentunya diharapkan dapat memajukan dan mensejahterakan masyarakat Papua, katanya.

Hadir dalam kegiatan diskusi wibinar dengan tema Pembangunan Infrastruktur untuk Kesejahteraan Rakyat Papua” yang dimoderatori Hery Sucipto (LHKI-PP Muhammadiyah) antara lain Dubes Imron Cotan (Pengamat Papua), Velix Wainggai (Kepala Pusat Analisis Kinerja Bappenas) dan Izak Randi Hikoyabi (Dirut Perusda Baniayu Kab. Jayapura). (anton/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *