oleh

Gandeng PERDAMI dan IKA UNPAD, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis bagi Ratusan Warga Bandung

BANDUNG – Dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Padjadjaran yang ke-68 tahun, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) dan Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA UNPAD) menggelar bakti sosial (baksos) operasi katarak gratis bagi 150 penderita katarak di wilayah Bandung, Jatinangor dan sekitarnya. Baksos tersebut digelar di  pada Selasa, (30/9) di Rumah Sakit Universitas Padjadjaran.

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat kepada Direktur Utama RS. UNPAD, dr. Herry Herman, Sp.OT., PhD. , disaksikan oleh Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir, ST., MM., dan Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. dr. Arief S. Kartasasmita, Sp.M(K)., M.Kes., Ph.D., dan para pejabat terkait lainnya.

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan bahwa pelaksanaan operasi katarak gratis ini adalah merupakan bagian dari komitmen Sido Muncul untuk membantu mengurangi jumlah angka penderita katarak di Indonesia yang terus bertambah setiap tahunnya.

“Terhitung sejak tahun 2011 Sido Muncul bekerjasama dengan Perdami hingga saat ini, telah mengoperasi lebih dari 57.000 mata di seluruh Indonesia. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan taraf hidup sekaligus menekan angka kebutaan penderita katarak khususnya di wilayah Jatinangor dan sekitarnya,” kata Irwan Hidayat.

Ia juga mengimbau agar masyarakat dapat menghilangkan persepsi bahwa operasi katarak adalah sesuatu yang menakutkan. Karena hingga kini, satu-satunya cara untuk sembuh dari katarak hanya dengan operasi.

Irwan mengingatkan bagaimana bahayanya katarak. Mereka yang menderita katarak, akan kehilangan penglihatan dan itu otomatis berpengaruh pada kualitas hidupnya. “Kalau orang itu sudah kehilangan penglihatan, 50 persen kualitas hidupnya hilang. Apalagi masalah katarak itu banyak dan terus bertambah setiap tahunnya,” tambah Irwan Hidayat.

Pada kesempatan tersebut Irwan membagikan kisahnya tentang masa kecil yang banyak menderita sakit. Mulai dari tipus, stunting dan penyakit lainnya. Penyakit-penyakit tersebut nyaris membuatnya berputus asa hingga akhirnya hidup bersama sang nenek.

“Dari nenek saya inilah Sido Muncul mulai dirintis. Saya menjadi cucu kesayangan, sehingga ketika membuat logo Sido Muncul yang tertera di lupang jamu, ada foto saya dan nenek,” kata Irwan.

Berangkat dari masa kecilnya yang sering sakit-sakitan itulah, Irwan bertekad melalui Sido Muncul, ingin berbuat banyak bagi masyarakat yang kurang beruntung. Berbagai aksi sosial telah digelar mulai dari operasi katarak, operasi bibir sumbing, bantuan untuk penderita kanker, bantuan bencana alam hingga bantuan untuk mengatasi stunting.

“Kami memanfaatkan dana CSR dan sebagian dana iklan untuk aksi sosial, tentunya menggandeng pihak lain,” tegasnya.

Senang Ikut Operasi Katarak Gratis

Mustofa, seorang penderita katarak asal Sumedang yang mengikuti baksos operasi katarak di RS Unpad mengungkapkan kegembiraannya dapat mengikuti operasi katarak Sido Muncul tanpa dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Sebab ia membayangkan jika harus mengeluarkan biaya sendiri, setidaknya satu mata harus keluar biaya Rp15 juta.

“Alhamdulillah, saya tidak perlu keluar biaya apapun. Saya senang dan berdoa semoga Sido Muncul terus melanjutkan aksi sosialnya sehingga makin banyak orang mendapatkan manfaat,” kata pria berusia 57 tahun tersebut.

Ia sendiri mengaku mendapatkan informasi adanya baksos katarak gratis Sido Muncul dari ibu-ibu majelis taklim di kampungnya. “Bersyukur saya dapat informasi ini. Sebab saya memang disarankan oleh dokter untuk operasi katarak,” jelasnya.

Mustofa merasakan keanehan pada mata sebelah kirinya sekitar dua tahun lalu. Selain buram, seringkali obyek yang dilihat menjadi berbayang. Awal 2025, dokter menyarankan Mustofa untuk segera operasi katarak untuk menghindari kebutaan.

Sementara itu, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan pihaknya menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Orang yang paling bahagia adalah yang mampu membahagiakan orang lain dengan menyentuh kebutuhan dasar mereka. Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus konsisten dijalankan,” ujar Dony.

Sebagai informasi, selain di Jatinangor, tahun 2025, Sido Muncul telah memberikan bantuan operasi katarak gratis kepada 494 pasien penderita katarak yang berada di Pekalongan, Sukabumi, Yogyakarta, Jonggol, Jambi, Jepara, dan Indramayu. Dan pada bulan Oktober mendatang, Sido Muncul kembali akan memberikan bantuan untuk 250 pasien penderita katarak di Ternate. (fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *