oleh

Dugaan ‘Money Politic’ Pemilu 2024 di Desa Kadatuan, Ketua Bawaslu Kuningan Sebut ‘On Process’

KUNINGAN – Peristiwa yang sempat menggemparkan pada masa tenang Pemilu 2024, dalam bentuk dugaan ‘money politic’ di wilayah Desa Kadatuan, Garawangi, Kabupaten Kuningan, saat ini sedang ‘on process’ (dalam penanganan-red).

Demikian disebutkan Ketua Bawaslu Kabupaten Kuningan Firman, dalam balasan tertulis melalui pesan singkat sambungan WhatsApp (WA) ketika dikonfirmasi POSKOTAONLINE.COM, Minggu (18/2/2024).

Sebelumnya untuk diketahui, kejadian dugaan tindak pidana money politik dalam Pemilu 2024 yang dilakukan pada masa tenang oleh seseorang yang disebut-sebut merupakan pengurus ranting Desa Kadatuan, Kecamatan Garawangi, dari salah satu partai peserta Pemilu 2024, mengemuka ke publik dari beredarnya sebuah video peristiwa dimaksud, diperkuat adanya sejumlah pemberitaan pada media massa.

Menurut informasi yang dihimpun POSKOTAONLINE.COM dari beberapa sumber di sekitar lokasi terurai keterangan, tempat kejadian peristiwa itu berlangsung pada salah satu rumah warga di RT 001/ RW 002 Desa Kadatuan, Kecamatan Garawangi. Adapun waktu kejadian sekira pukul 21.00 WIB, pada Selasa (13/2/2024).

Kronologis kejadian menurut cerita warga setempat, bermula ketika RR (inisial) yang disebut-sebut sebagai pihak pelapor mendapati inisial DS, sedang memberikan uang pecahan 50 ribuan di amplop kepada warga yang berada di dalam rumah tersebut.

Peristiwa itu langsung divideokan oleh RR. Dalam video dimaksud, terdengar perbincangan di dalam rumah, jika pendistribusian uang yang dilakukan DS, bertujuan untuk mengajak (mempengaruhi-red) warga memilih salah satu peserta Pemilu 2024 calon anggota DPRD Kabupaten Kuningan dan memilih salah satu pasangan calon presiden dari partai politik terkait.

Berawal dari peristiwa itu, penanganan perkara pun kemudian ditempuh pihak Panwascam Garawangi. Setelah itu, penanganan perkara dimaksud kemudian sudah menggelinding dan berada di atas meja pihak Bawaslu Kabupaten Kuningan.

Terpisah, salah warga di wilayah Kecamatan Garawangi yang meminta identitasnya tidak disebut kepada POSKOTAONLINE.COM menyampaikan rasa keprihatinan dan kekecewaan dengan merebaknya informasi dugaan ‘money politic’ yang terjadi di sekitar wilayahnya. “Jika faktanya peristiwa dugaan ‘money politic’ itu (di Desa Kadatuan-red) terbukti, hal ini tentu menjadi preseden buruk yang dapat mencederai Pemilu 2024 di Kabupaten Kuningan,” ucapnya.

Sehubungan itu dirinya meminta agar pihak berwenang dalam penanganan perkara tersebut, seperti pihak Bawaslu dan Gakumdu Kabupaten Kuningan, benar-benar melakukan proses terhadap perkara yang sangat memalukan ini. “Masyarakat tentu akan melihat dan menyimak perkembangan penanganan dari perkara tersebut, lalu keputusan akhirnya menjadi seperti apa pasti akan ditunggu,” ungkapnya mengingatkan. (*/cep)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *