oleh

Desa Tumbur, Kepulauan Tanimbar Jagokan Kerajinan Patung Kayu

POSKOTA.CO-Upaya mengangkat dan memajukan perekonomian masyarakat pedesaan khususnya di Desa Tumbur, Kepulauan Tanimbar, Maluku dengan terus berupaya memberikan edukasi serta keterampilan dalam mengolah kayu dijadikan patung yang bernilai tinggi. Selain itu dilakukan juga peningkatan pengetahuan pembuatan kain tenun serta tempat rekreasi pantai yang sudah ada sejak jaman dahulu.

“Kami terus berupaya meningkatkan pengetahuan, pendidikan dan ketrampilan terhadap sumber daya manusia (SDM) yang ada di desa ini agar dapat menjadi salah satu daerah primadona bagi turis dalam negeri maupun mancanegara negara datang ke kawasan Kepulauan Tanimbar terlebih Desa Tumbur,” kata Bupati Kepulauan Tanimbar, Daniel E Idey didampingi Kepala Desa Tumbur, Rafael Folatindo usai mengikuti pemaparan lomba Desa dan kelurahan tingkat regional tahun 2022 di kantor Bina Pemeintahan Desa Kemendagri, Senin (12/9)..

Kerajinan membuat patung kayu dan kain tenun di Desa Tumbur sangat potensial serta tidak kalah dengan Kerajinan kayu yang ada di wilayah propinsi atau kabupaten lain. Sehingga hasil Kerajinan masyarakat desa tersebut yang dijadikan salah satu unggulan penilaian desa dan kelurahan tingkat kabupaten berhasil meraih juara ditingkat propinsi Maluku.

Menurut dia, hasil Kerajinan tangan membuat patung dari kayu dengan berbagai motif maupun bentuk menjadi salah satu primadona dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat pedesaan untuk meningkatkan taraf hidup atau perekonomian sehari hari.

“Kami berharap maunya Desa Tumbur dengan membawa keunggulan pembuatan patung kayu, pembuatan kain tenun asli Tanimbar dan sejumlah pantai yang bersih serta masih asri dapat meraih harapan masyarakat desa, kabupaten maupun propinsi Maluku menjadi juara dalam lomba Desa dan kelurahan tingkat regional tahun 2022,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tumbur Rafael Folatindo, menambahkan dirinya atas nama masyarakat Desa Tumbur terlebih Kabupaten Kepulauan Tanimbar sangat berterima kasih serta senang dapat memaparkan hasil usaha maupun jerih payah masyarakat pedesaan untuk dapat bersaing dengan desa dan kelurahan lain di seluruh Indonesia dalam lomba ini.

Masalah penangganan maupun kelanjutan dalam proses peningkatan mutu maupun hasil usaha masyarakat dalam membuat patung kayu, imbuh dia, tentunya terus dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan serta inovasi baru dalam kegiatan tersebut.

Ini dimaksudkan agar hasil usaha pembuatan patung kayu diharapkan tidak akan kalah dengan pengerjaan lain yang ada di Indonesia. Terkait masalah penangganan dan pelayanan ke masyarakat walaupun wilayahnya termasuk jauh dari kota besar tapi semua sudah melalui elektronik sehingga memudahkan pelayanan ke masyarakat, katanya. (anton/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *