POSKOTA.CO – Setiap kali saya naik busway ada saja teman yang nyeletuk “kita naik busnya Pak Sutiyoso,” “Bang Yos luar biasa, ya”. Mewariskan peninggalan yang bermanfaat bagi warga Jakarta dan masyarakat pada umumnya. Saya selalu terkenang dengan warisannya beliau mengerjakan dengan tanggung jawab sampai tuntas tanpa masalah.
Tak hanya Busway Islamic Center Jakut yang dulu tempat pelepas syahwat di Tg. Priok, dikenal dengan nama Kramat Tunggak juga warisan Bang Yos, dimana lokalisasi hitam itu disulap menjadi mesjid indah yang mampu menampung ribuan jemaah.
Dan tak hanya Busway dan Islamic Center, Pemuda asal Pati Semarang Jateng itu juga membangun fly over Jl. Daan Mogot Cengkareng Jakbar. Dimana tempat itu dikenal sebagai tiada hari tanpa macet. Bagi pengendara jalan perempatan itu dikenal jalan “neraka”
Maka ketika menjabat gubernur selama dua periode, Bang Yos aman saja tak ada yang mengotak-atik karena kinerjanya benar-benar merakyat, semua anggaran dibuat transparan. Apalagi yang kau dustakan dari mantan Pandam Jaya yang karier di militer terus gemilang ketika ditugaskan menangani berbagai gangguan terhadap NKRI.
Gubernur sebelumnya tak kepikiran melakukan apa yang menjadi program utama di Ibukota, Bang Yos lah melakukan berbagai terobosan dengan risiko yang akan dihadapinya.
Siapa sih yang tidak kenal Bang Yos lulusan Akademi Militer 1968, sapaan dari LetJend TNI ( Purn ) H.Sutiyoso, S.H. ketokohannya tak perlu diragukan lagi, Cita-cita luhurnya membangun negara dengan semboyan Nusantara yang gemah ripah lohjinawi toto titi tentrem kerto rahajo memayu hayuning bawono.

Berikut profil Sutiyoso yang tak diragukan ketokohan dan kemampuannya:
Nama lengkap: Sutiyoso
Tempat, tanggal lahir: Semarang, Jawa Tengah, 6 Desember 1944
Agama: Islam
Pendidikan:
Umum:
– Akademi Militer Nasional (AMN), Magelang (1968)
Khusus:
– Kursus Lanjutan Perwira (Suslapa)
– Sekolah Staf dan Komando TNI AD (Seskoad), Bandung (1984)
– Brigade V Airborne, Arnhem, Inggris (1987)
– Joint Service Staff College (JSSC), Canberra, Australia (1990)
– Sekolah Staf dan Komando Gabungan (Seskogab) (1990)
– 82d Airborne Division, Fort Bragg, AS (1991)
– Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) (1993)
Perjalanan karier:
Pemerintahan:
– Gubernur DKI Jakarta (1997-2002)
– Gubernur DKI Jakarta (2002-2007)
TNI:
Kepangkatan:
– Letjen
Jabatan:
– Anggota Kopassus
– Danton, Danki, Kasi-I
– Dan Karsa Yudha
– Wadan Grup I
– Aspers Dan Kopassus (1987)
– Asops Dan Kopassus (1987)
– Asops Kostrad (1991)
– Wadan Kopassus (1992-1993)
– Danrem 061 Surya Kencana (1994-1994)
– Kasdam Jaya DKI Jakarta (1994-1996)
– Pangdam Jaya (1996-1997)
Penugasan :
– Operasi PGRS/PARAKU, Kalimantan Barat
– Operasi Flamboyan dan Aceh Merdeka, NAD
– Operasi Seroja, Timor Timur
Kegiatan lain:
– Wakil Ketua Umum Perbakin
– Ketua I Perbasi (1998-2004)
– Ketua APPSI (Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia), Bandung (2003)
– Ketua Umum PB PBSI (2004)
– Ketua Umum Organisasi Amatir Radio Indonesia (2006-2011)
– Presiden Konfederasi Bulu Tangkis Asia (Badminton Asia Confederation/BAC) (2007-2011)
– Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) (2010-2015)
Penghargaan:
– Komandan Korem Terbaik Se-Indonesia (1994)
– Doktor Honoris Causa bidang ekonomi dari Universitas Diponegoro (2007)
Keluarga:
– Alm Halim Perdanakusuma (ayah)
– Setyo Rini (istri)
– 1. Yessi Riana Dilliyanti (anak)
– 2. Renny Yofnita Arianti (anak)







Komentar