oleh

BPNT Diperiksa di Polda Sulsel, Kacab Bank Mandiri Sinjai Alergi Dikonfirmasi Media

POSKOTA.CO – Penyaluran Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, diduga bermasalah.

Program Pemerintah Pusat yang ditujukan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tersebut diindikasikan ada penyelewengan dan dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk meraih keuntungan, Kamis (1/4/2021).

Saat ditemui di ruangan kerjanya, Rabu (31/3/2021), Pelaksana Tugas (Plt) Andi Muh Idnan membenarkan, ketika kasus BPNT di Kabupaten Sinjai sedang bergulir di Polda Sulsel.

“Ia memang proses Penyaluran Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sedang bergulir di Polda Sulsel, dan pemilik e-warong dan supliyer sudah diperiksa di Tipikor Polda Sulsel untuk dimintai keterangannya,” katanya.

Lanjut dikatakan, kewenangan kami di Dinas Sosial hanya sebagai tim evaluasi penyaluran BPNT.

“Kalau persoalan pengelolan anggaran Bank Mandiri yang bertanggung jawab, karena Bank Mandiri selaku pemenang tendernya, dan bahkan e-warong itu Bank Mandiri yang tunjuk,” ungkap Andi Idnan.

Saat pihak Bank Mandiri Sinjai yang hendak dikonfirmasi, seolah sengaja untuk menghindar.

Sekuriti Bank Mandiri, Alfian, yang ditemui di lobi bank BUMN itu berkilah jika Kepala kantor Cabang (Kacab) Bank Mandiri sedang dinas di luar.

Sementara, salah satu pegawai Bank Mandiri Sinjai mengatakan, jika (Kacab) sedang di dalam kantor. “Pak Dhani ada kok di dalam,” ucapnya.

Terpisah, Kacab Bank Mandiri Sinjai Dhani yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya, mengaku, ketika Penyaluran Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ini sedang bergulir di Polda Sulsel.

“Saya koordinasikan dulu. Persoalan ini saya tidak bisa menanggapi,” singkatnya.

Dimintai keterangan tentang penunjukan e-warong yang ditunjuk olehnya di Sinjai, Dhani memilih mematikan teleponnya. (jumardi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *