oleh

Wawakil Depok : Dana Pembuangan Sampah Ke Nambo Besar,Perlu Pembuatan Bank Sampah

POSKOTA. CO – Pembuangan sampah warga Kota Depok yang direncanakan di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo, Kabupaten Bogor lumayan besar dana pengeluarannya untuk mengantisipasi penumpukan sampah buangan Pemkot Depok terus mengeber pembuatan Bank Sampah ditingkat Rukun Warga (RW) di 63 kelurahan.

“Kita terus mengeber dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendirikan Bank Sampah di tingkat RW sebagai salah satu upaya mengantisipasi penumpukan Sampah buangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung sebelum membuang sampah di TPPAS Nambo, Kab. Bogor, ” kata Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono usai melihat pembuatan cairan eco enzyme di Taman Merdeka, Kecamatan Sukmajaya, Jumat (21/1).

Keberadaan Bank Sampah di tingkat RW di Kota Depok baru mencapai 319 Bank Sampah RW dan diharapkan tahun 2022 ini menargetkan sekitar 925 unit Bank Sampah tingkat RW dapat terealisasi di 63 kelurahan yang ada sebagai antisipasi penumpukan Sampah buangan warga yang biasa dibuang ke TPA Cipayung.

Menurut dia, target tahun 2022 ini setiap RW sudah memiliki Bank Sampah yang nantinya akan dipilah warga sebelum di buang ke TPA Cipayung yang sudah mulai penuh Sampah. “Sampah yang masuk ke Bank Sampah RW diharapkan dapat menambah pemasukan untuk ekonomi warga setempat, ” tuturnya.

Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang sudah penuh dan akan ditutup tentunya harus dicarikan solusi terbaik, ujarnya salah satunya memanfaatkan Bank Sampah tingkat RW untuk memilah Sampah non organik dan organik apalagi Sampah plastik tentunya dapat dimanfaatkan untuk dijual kembali agar dimanfaatkan untuk produksi lainnya.

Paling tidak, imbuh dia, target Kota Depok bebas dari Sampah atau zero waste di 2024 untuk itulah pentingnya keberadaan Bank Sampah disetiap RW untuk sampah non organik bisa dijual dan organik dapat dijual ke petani sebagai pupuk tanaman.

Terkait masalah TPPAS Nambo, Kabupaten Bogor tentunya diharapkan dapat dipergunakan untuk membuang sampah warga dimanfaatkan bulan Pebruari 2022 mendatang dan untuk Pemkot Depok memperoleh jatah sekitar 350 ton/hari.

Diakuinya, untuk Kota Depok bisa mencapai 1000 ton/hari jatahnya lebih tinggi yang diberikan TPPAS Nambo. “Jumlah total Sampah 1000 ton/hari diproyeksikan mencapai sana sekitar Rp 48 miliar dengan perhitungan Rp 125 ribu/ton dan Rp 12 ribu untuk orang Bogor yang terdampak, ” tuturnya yang menambahkan untuk sekarang ini pengeluaran Kota Depok berkisar di angka Rp 12 miliar melihat jatah Sampah hanya 350 ton/hari. (anton)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.