oleh

Sadis, Kisah Persahabatan Kuli Bangunan Asal Sumedang Berakhir Martil di Kepala

POSKOTA.CO – Persahabatan Jang Deni Ihsan dan Ling Solihin berakhir tragis. Jang tewas setelah kepalanya dimartil, sementara Ling harus mendekam dipenjara untuk waktu yang lama.

Pertemanan yang terjalin erat cukup lama antara dua pemuda asal Sumedang, Jawa Barat ini berakhir karena persoalan hutang makan sebesar Rp 400 ribu di kantin. Jang dan Ling merupakan kuli bangunan yang merantau di Tangerang. Susah senang dilalui bersama oleh dua sekawan ini setiap harinya.

Petaka berdarah itu terjadi pada Jumat 23 Oktober 2020. Ketika itu Jang dan Ling tengah istirahat bekerja di bedeng proyek ruko North Golfinch, di Jalan Boulevard Spring, Desa Cihuni, Pagedangan. Dua sekawan ini pun cekcok oleh persoalan hutang makan di kantin.

Kapolsek Pagedangan AKP Efri mengatakan, antara pelaku dengan korban sebetulnya sudah cukup lama saling kenal. Mereka berasal dari satu kampung yang sama, di wilayah Sumedang, Jawa Barat.

“Mereka datang ke sini untuk kerja di proyek pembangunan ruko. Tersangka ini sebagai tukangnya dan korban keneknya. Jadi mereka punya utang bersama di kantin Rp900 ribu,” katanya, Jumat (30/10/2020).

Namun, Jang terlebih dahulu membayar utangnya senilai Rp400 ribu. Oleh Jang, uang itu dititipkan kepada Ling agar dibayarkan pada pemilik kantin. Ternyata, uang tidak dibayar ke pemilik kantin, malah diambil oleh korban.

“Si tersangka sudah melakukan pembayaran melalui korban. Tetapi korban tidak menyerahkan ke kantin. Sehingga, tersangka ditagih pihak kantin dengan ancaman tidak boleh berutang lagi di kantin,” ujar Efri.

Takut tidak dibolehkan hutang makan lagi di kantin membuat Jang kesal sekaligus geram. Jang lalu meminjam uang ke temannya untuk melunasi rasa tanggung jawabnya kepada pemilik kantin.

Saat jam istirahat, Jang kemudian bertemu Ling di bedeng. Tanpa basa basi, Jang lalu memartil kepala Iing dengan membabi buta. Jang lalu pergi meninggalkan tubuh kawan seperjuangannya penuh darah.

“Tersangka memukul kepala korban dengan martil yang ada di lokasi sebanyak 5 kali. Akibat pemukulan itu, korban langsung sekarat tak sadarkan diri,” ungkap Efri.

Kanit Reskrim Ipda Margana menambahkan, tersangka kabur setelah menghabisi nyawa korban. Martil pemecah batu lalu dibuang ke parit saluran air.

“Tersangka akhirnya kami tangkap dalam 1 KM dari TKP saat sedang jalan kaki hendak kabur,” sambungnya.

Akibat perbuatannya itu, Jang dijebloskan ke jeruji benci Polsek Pagedangan. Dia dijerat Pasal 338 subsider 351 ayat 3 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan dengan ancaman pidana 15 tahun penjara. (imam/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *