JAKARTA-PT Palma Pertiwi Makmur (PPM) menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan swasembada serta kedaulatan pangan dan energi nasional. Melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), program ini dirancang untuk menjangkau seluruh provinsi di Indonesia tanpa bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara keseluruhan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama PT PPM, Mardianto, dalam Rapat Pembahasan Pilot Project Pelaksanaan KPBU yang berlangsung di kantor PT PPM, Kuningan, Jakarta, Kamis (05/11/2026).
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh para pejabat dan perwakilan dari sejumlah kabupaten/kota, di antaranya Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Lampung Barat, serta Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Mardianto menjelaskan, sasaran utama dari pelaksanaan program ini adalah pemanfaatan lahan-lahan yang selama ini kurang atau tidak produktif. Meski demikian, ia memastikan bahwa wilayah konservasi seperti hutan lindung dan suaka margasatwa tetap dijaga ketat dari alih fungsi, dengan tetap membuka ruang pengembangan sektor pariwisata yang ramah lingkungan di sekitarnya.
“Apapun potensi daerah itu harus kita kembalikan sehingga menjadi penghidupan bagi daerah itu sendiri. Cita-cita untuk menjadi lumbung pangan dunia harus diwujudkan dalam waktu tiga tahun ke depan, sejalan dengan visi besar Presiden Republik Indonesia,” ujar Mardianto.
Dalam implementasinya, PT PPM menerapkan model inti-plasma yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat di tingkat desa. Desa ditempatkan sebagai leading sector yang bersinergi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi, serta didukung oleh asosiasi pangan dan energi daerah.
Sebagai holding company, asset management, dan pengelola tokenisasi bersama mitra strategis, PT PPM menjalankan proyek-proyek KPBU dengan skema pembiayaan mandiri tanpa membebani APBN/APBD.
Pemda Sambut Positif
Inisiatif kolaborasi ini mendapat sambutan hangat dari jajaran pemerintah daerah yang hadir. Bupati Tanggamus Hi. Mohammad Saleh Asnawi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah nyata PT PPM dalam merangkul daerah.
“Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif kolaborasi serta kerja sama ini. Mengingat tantangan anggaran daerah (APBD) yang terbatas dan adanya pemotongan dari pusat, kehadiran investasi maupun kerja sama seperti KPBU ini sangat diharapkan untuk membantu percepatan pembangunan serta membawa keberkahan bagi masyarakat di Tanggamus, Pesawaran, Lampung Barat, dan Pringsewu,” ungkap Saleh Asnawi. CariPeta Wilayah
Skema KPBU, menurut Saleh Asnawi, menjadi instrumen yang sangat penting bagi daerah untuk membiayai program atau proyek skala besar di tengah keterbatasan APBD. “Kami dari Pemkab Lampung Barat sangat terbuka terhadap peluang investasi ini dan siap menunggu pemaparan teknis lebih detail mengenai skema pembiayaan serta pembagian peran masing-masing kabupaten,” ujar perwakilan Pemkab Lampung Barat.
Dengan koordinasi lintas sektoral yang solid dan respons positif dari pemerintah daerah, program kedaulatan pangan dan energi nasional ini diharapkan dapat segera memasuki tahap eksekusi teknis demi mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat. (fs)







Komentar