oleh

RW Tangguh Pejagalan Gelar Simulasi Bencana

POSKOTA.CO – Warga Rukun Warga (RW) Tangguh bersama aparat pemerintahan menggelar simulasi bencana banjir di RW 015 Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Dalam simulasi ada tiga bagian yang dilakukan mulai dari persiapan, saat terjadi bencana, dan pasca terjadinya bencana.

Ketua RW Ali Damanhuri mengatakan prakiraan cuaca Badan Metrologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui siaran televisi dan pesan berantai whatsapp dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta akan terjadi hujan lebat dan angin kencang yang akan terjadi. Maka dari itu pihaknya bersama pengurus RT dan warga melakukan persiapan dan menggelar simulasi.

“Dalam simulasi itu kami setelah mendapat informasi langsung kami teruskan kepada warga melalui toa rumah ibadah seperti masjid dan musala. Bersamaan dengan itu, pengurus RT/RW dan para kader mulai dari Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) hingga karang taruna merapatkan,”terangya.

Pada bagian ke dua atau saat terjadi bencana, pengurus RT/RW dan kader berkeliling kampung sembari membunyikan kentongan dan toa untuk memberikan kewaspadaan dini kepada warga. Saat muka air genangan meninggi, warga pun mulai dievakuasikan ke posko pengungsian dengan bantuan aparat gabungan seperti petugas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Satpol PP, Penanggulangan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), hingga TNI-Polri.

Ditambahkan oleh Damanhuri persiapan kali ini berbeda dari tahun sebelumnya, posko pengungsian turut menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) dalam upaya pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Seluruh pengungsi wajib menjalani skrining dengan tes cepat massal (rapid test).

Apabila terindikasi mengalami gejala Covid-19 maka pengungsi tersebut akan diungsikan ke posko terpisah dan dievakuasi ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat dengan kawalan petugas Suku Dinas Perhubungan, Jakarta Utara.

“Sedangkan pada bagian pasca bencana, petugas menyimulasikan apel warga dan petugas gabungan sebelum menggelar kerja bakti massal. Warga dan petugas gabungan ini berkolaborasi membersihkan sisa lumpur dan sampah yang berserakan di lingkungan warga. Begitu pun petugas menyemprot cairan disinfektan guna meminimalisir adanya penyebaran Covid-19,”imbuh nya.

Ditambahkan oleh Damanhuri, selama ini warga memang sudah tergerak. Beberapa kali ada bencana pada tahun sebelumnya sudah siaga dan secara mandiri saling membantu satu sama lain.

Ketua RW juga memperkirakan, apabila ada bencana banjir, diperkirakannya, ada sekitar 200 hingga 300 jiwa yang akan mengungsi apabila terjadinya bencana. Perkiraan tersebut diambil dari bencana banjir yang terjadi sebelumnya yang sempat merendam lingkungan RT 005 dan 007 dengan ketinggian maksimal banjir mencapai 80 sentimeter.

“Mudah-mudahan tahun ini tidak terjadi banjir. Selain di lapangan, kami juga menyiapkan dua posko pengungsian lain seperti Masjid Baitul Muttakin dan Yayasan Pendidikan Islam Darul Bina,” tutupnya. (wandhy/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *