oleh

RS Bhakti Yudha Tidak Punya Ambulans, Pasien Disuruh Sewa dan Cari Sendiri

POSKOTA.CO -Kejadian tidak mengenakan terhadap warga yang akan berobat malam hari terjadi di RS Bhakti Yudha Depok saat seorang pasien perlu mendapatkan perawatan kesehatan karena sesak nafas dan mengigil di ruang IGD ternyata harus dirujuk ke rumah sakit Tarakan di Jakarta.

“Informasi atau keterangan harus dirujuk ke RS Tarakan di Jakarta dijelaskan oleh dr. Nurbaeti, salah seorang dokter jaga di IGD RS Bhakti Yudha karena peralatan tidak lengkap,” kata Hendrata Y, warga Depok Mulya 1, Kel. Beji, Jumat (23/10).

Pasien yang harus dirawat adalah istrinya, Ny. Wurkisari, 52, karena sesak nafas dan badan mengigil yang dikeluhkan ke dokter jaga di ruang IGD RS Bhakti Yudha dan langsing mendapatkan bantuan infus serta oksigen. Namun beberapa saat kemudian disampaikan bahwa di RS Bhakti Yudha alatnya tidak lengkap dan harus secepatnya di rujuk ke RS Tarakan.

Menurut dia, dirinya tidak keberatan tapi alangkah kagetnya saat dr. Nurbaeti yang menjadi dokter jaga di IGD menjelaskan dengan gamblang bahwa RS Bhakti Yudha tidak punya kendaraan ambulans untuk membawa pasien untuk dirujuk ke RS Tarakan.

Jika ingin dirujuk ke RS Tarakan harus menggunakan ambulans swasta Medika dengan tarif dipatok Rp 4 juta agar bisa diterima di RS rujukan, ujarnya kecewa dan kesal.

Bahkan sari keterangan dokter jaga RS Bhakti Yudha, dr. Nurbaeti, petugas ambulans swasta itu punya jalur khusus ke RS Tarakan. “Itu ada jalurnya hubungan sendiri tim ambulans, supaya diterima di sana. Kami tak bisa menjamin pasien diterima di rs rujukan,” ucap dr. Nurbaeti seperti ditirukan Hendrata yang juga wartawan senior di Jakarta.

Kesal dan kecewa dengan sikap petugas RS Bhakti Yudha dirinya terpaksa menelepon sejumlah pejabat di Kota Depok terkait pelayanan tidak menyenangkan dan dugaan adanya sewa mobil ambulans terlebih yang jadi korban dirinya. “Edan… Orang lagi susah masih saja dibuat susah,” geramnya.

Sementara itu, Pjs. Walikota Depok Dedi Supandi melalui Kadiskominfo Sidik Mulyono menghubungi Direktur RSUD Depok Dr. Devi Maryori dan menyiapkan ambulans serta ruang perawatan yang akan membawa pasien ke rumah sakit lain sambil menunggu hasil swab test.

“Kami menyiapkan prosedur evakuasi medis apapun hasil swab test pasien ke RSUD, agar ditangani dengan baik. Pak Pjs Walikota minta pasien dirawat maksimal sampai sembuh,” ujarnya yang juga akan mengecek kebenaran adanya sewa mobil ambulans swasta di rumah sakit tersebut. (anton)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *