POSKOTA.CO- Keberadaan jajaran rumah adat atau tradisional yang bergeser si kanan kiri dan dihalaman rumah terhampar potongan batu kecil kecil membuat kawasan desa tersebut sangat indah, bagus dan menarik sebagai salah satu dristenasi wisatawan dalam Negeri dan manca negara hingga saat ini yaitu Desa Hilisimaetako, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan.
“Desa Hilisimaetano merupakan salah satu desa tertua yang ada di Kabupaten Nias Selatan dan tetap mempertahankan tradisi dan kebudayaan sebagai salah satu destinasi wisata baik bagi wisatawan domestik maupun manca negara,” kata Bupati Nias Selatan, Hilarius Duha didampingi Kepala Desa (Kades) Hilimaetano, Imanuel Formil Dachi.
Sebagai salah satu desa tertua di Kepulauan Nias, Desa Hilimaetano memiliki salah satu budaya yang sekarang tetap dipertahankan yaitu permukiman tradisional atau rumah kayu hang diberinama Boto Mbanua. Bangunan rumah tua itu terbentang sekitar 500 meter dan menjadikannya sebagai kampung terpanjang di Kepulauan Nias.
Upaya mempertahankan adat istiadat, budaya dan keberadaan perkampungan tradisional membuat Desa Hilimaetano masuk menjadi 50 Desa Wisata Terbaik di Indonesia, katanya yang menambahkan tidak hanya permukiman tradisional yang menjadi obyek wisata namun keberadaan Batu Megalitik, atraksi lompat batu, tarian perang atau Faluaya dengan beraneka warna pakaian dan lainnya juga tetap dipertahankan di wilayah ini.
Ditambahkan, Kades Hilimaetano, Imanuel Form Dachi, sampai saat ini asyarakat desa masih memegang teguh dan menjaga nilai adat dimana para bangsawan masih berfungsi sebagai pemangku kepemimpinan adat di wilayah ini.
Seiring dengan pelaksanaan Otonomi Daerah maka Hilisimaetano sejak beberapa tahun lalu dimekarka menjadi Desa Induk Hilisimaetano atau Boto Mbanua, Desa Idala Jaya, Desa Samadaya, Desa soto, Desa Hiliaurifa, Desa Ndraso, Desa Faomasi, Desa Eho, Desa Pekan dan Desa Bonia. “Sampai saat ini pusat desa masih berada di Desa Hilisimaetano,” tuturnya. (anton/sir)





Komentar