oleh

Penembakan Empat Laskar FPI Oleh Polri di Tol Cikampek Melanggar HAM

POSKOTA.CO- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengumumkan hasil penyelidikan kasus penembakan 6 anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada 7 Desember 2020.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Komnas HAM menyatakan, Polri melakukan pelanggaran HAM berat terhadap 4 anggota Laskar FPI.

Menurut Komisioner Komnas HAM Chairul Anam menyebutkan, tim investigasi Komnas HAM telah mendapatkan sejumlah bukti dan keterangan saksi. Hasil penyelidikan, empat anggota Laskar FPI yang ditembak secara membabi buta secara bersamaan di dalam mobil yang dikendarai Polisi.

Kata Chairul, keempat anggota Laskar FPI yang mengawal Habib Rizieq Shihab saat itu sudah berada di dalam penguasaan Kepolisian. Namun langsung ditembak di dalam kendaraan milik polisi.

Penembakan sekaligus dalam satu waktu tersebut mengindikasikan bahwa ada pelanggaran HAM yang terjadi terhadap empat Laskar FPI,” kata Anam, Jumat (8/1/2021). Oknum anggota Polri yang menembak 4 anggota Laskar FPI itu sempat menangkap keempatnya hidup-hidup di KM 50.

Namun di sepanjang perjalanan ke arah Polda Metro Jaya, keempat nya ditembak mati di dalam mobil yang digunakan oknum Polri tersebut. “Jadi di KM 50 ke atas, keempat nya masih hidup saat ditangkap. Namun terjadi penembakan dalam satu waktu, kemudian keempat nya ditemukan tewas di dalam mobil. Itu bentuk pelanggaran HAM,” ujarnya.

Untuk diketahui, enam anggota FPI tewas adalah anggota Laskar FPI yang juga merupakan pengawal dari pemimpin FPI Rizieq Shihab tewas ditembak anggota kepolisian. Peristiwa penembakan terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Terkait kasus itu, Komnas HAM membentuk tim pemantauan dan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut. Komnas HAM telah mengungkap hasil investigasi dan menunjukkan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian penembakan enam Laskar FPI.

Pihak Komnas HAM melakukan serangkaian penyelidikan sejak 7 Desember 2020 atau begitu mendengar adanya peristiwa penembakan tersebut. Untuk mendalami peristiwa tersebut, Tim Komnas HAM telah memintai keterangan dari berbagai pihak antara lain dari FPI, Polda Metro Jaya, forensik, saksi-saksi dari FPI, petugas polisi di lapangan dan saksi dari kalangan masyarakat yang merasa melihat peristiwa tersebut.

Tim penyelidikan juga telah melakukan investigasi atau menelusuri tempat kejadian perkara di KM 50 dan mendapatkan sejumlah barang-barang yang bisa dilihat sebagai bukti.(omi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *