JAKARTA – Pemuda Kristen Jakarta, Valdi Hallatu menyesalkan pernyataan berunsur SARA yang disampaikan oleh pejabat negara soal Pilkada Jakarta. Pernyataan itu berasal dari Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait dalam wawancara media di Cafe Parley Senayan Jakarta 22 November lalu.
Dalam pernyataannya, Maruarar mengatakan bahwa pemilih-pemilih nonmuslim meninggalkan Rano Karno karena didukung Anies. Meninggalkan Pramono karena didukung oleh Anies.
Valdi menilai bahwa pernyataan tersebut berpotensi memecah belah masyarakat dan mengganggu kerukunan antarumat beragama. Ia menekankan agar Kabinet Merah Putih lebih fokus menunjukkan kinerja nyata, khususnya dalam 100 hari pertama pemerintahan.
“Ketiga pasangan calon dalam Pilkada DKI sudah menunjukkan komitmen untuk membangun Jakarta yang inklusif. Oleh karena itu, pernyataan seperti ini tidak seharusnya muncul dari seorang pejabat negara karena dapat memicu polarisasi dan ketegangan di masyarakat,” tegas Valdi.
Valdi berharap semua pihak, terutama pejabat negara, dapat menjaga tutur kata dan sikap agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Pemuda Kristen Jakarta mendukung upaya bersama untuk menciptakan Jakarta yang inklusif dan harmonis. (jo)







Komentar